Diklaim Aman dari Penyakit, Kaltara Ambil Sapi Asal Sulawesi

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Beberapa wilayah di Sulawesi sudah dinyatakan aman untuk mengirimkan hewan ternak ke Provinsi Kalimantan Utara(Kaltara).

Kepala DPKP Kaltara, Heri Rudiyono melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP Kaltara, Muhammad Rais Kahar menjelaskan untuk beberapa wilayah di Sulawesi yang dimaksud yakni Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Sinjai, Kecamatan Sinjai Selatan, Desa Palo, Kabupaten Barru Kecamatan Taneteri, Kabupaten Bone, Kecamatan Dua Boco dan Kecamatan Kahu, kabupaten Bulukumba Kecamatan Bulukumpa.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2010 votes

“Untuk sementara mungkin hanya itu saja. Pada awal-awal kita melakukan analisis resiko pada hewan ternak baru dua Daerah yang bisa yaitu Sinjai dan Gorontalo. Tapi seiring berjalannya waktu sudah ada beberapa Wilayah yang juga bisa mengirimkan sapinya ke Kaltara,” kata Kabid yang akrab disapa Muis, pada Senin, 12 Juni 2023.

Baca Juga :  DPKP Kaltara Dorong Lahan Kurang Produktif Ditanam Jagung

Dipilihnya Sulawesi sebagai pemasok kebutuhan sapi Kaltara, diterangkannya karena tidak mengalami kondisi penyakit sapi separah yang ada di Pulau Jawa.

“Kalau di Pulau Jawa kondisinya memang sudah darurat sehingga kita tidak berani mengambil sapi di sana, sedangkan di Sulawesi kita juga hanya mengambil sapi yang wilayahnya aman,” terangnya.

“Lalu alasan kita yang lain karena prosesur pengiriman sapi di Sulawesi tidak seketat di Pulau Jawa, hal ini ditambah juga dengan kondisi geografis kita yang lebih dekat dengan Pulau Sulawesi,” tambahnya.

Baca Juga :  Usai Lebaran Ketersediaan Bahan Pangan Kaltara Relatif Stabil

Selain itu, Muis juga mengaku pengurusan analisis resiko pada hewan ternak kali ini lebih mendapat dukungan dari para pengusaha sapi yang ada di Kaltara. Tidak seperti awal-awal pemberlakukan analisis resiko yang sempat mendapat protes dari para pengusaha sapi.

“Awalnya karena masih banyak yang awam dengan aturan ini, namun seiring waktu mereka kita beri pemahaman dan akhirnya merek juga paham kalau hal ini merupakan aturan dari pusat yang wajib diikuti,” pungkasnya. (*)

Baca Juga :  Usai Lebaran Ketersediaan Bahan Pangan Kaltara Relatif Stabil

Reporter: Osarade

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *