Harga Daging Sapi Lokal Tembus Rp 160 Ribu per Kilogram

benuanta.co.id, TARAKAN – Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga daging sapi merangkak naik. Saat ini harga daging sapi lokal yang dijual di beberapa pasar di Tarakan mencapai Rp 160 ribu per kilogram. Hal ini diperparah dengan stok daging sapi yang kurang.

“Kebanyakan di Tarakan itu mengambil dari luar juga. Ini masih jauh dari Idul Adha sudah segini harganya,” kata Koordinator Pasra Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan (DKUMP) Kota Tarakan, Firman, Jumat (9/6/2023).

Ia menyampaikan harga daging sapi ini disinyalir akan terus mengalami kenaikan. Terlebih saat mendekati momen Idul Adha nanti. Mau tidak mau, masyarakat juga turut mengandalkan daging sapi yang diambil dari luar daerah seperti yang disediakan bulog.

Baca Juga :  Keberadaan Buaya Belum di Temukan, Warga Bantaran Sungai Kampung Bugis Diminta Waspada

“Biasanya Bulog itu daging Alana. Tapi tidak tahu sepertinya juga stoknya kurang. Kalau daging sapi lokal memang lebih mahal harganya,” lanjutnya.

Untuk daging sapi yang didatangkan dari luar dipatok harga Rp 90 hingga Rp 95 ribu per kilogram. Menurutnya, perbedaan harga antara daging lokal dan daging dari luar juga tergantung pada kualitas daging sapinya. Dilanjutkannya, daging sapi beku dari luar ini kebanyakan didatangkan dari Tawau, Malaysia.

“Kebanyakan memang Tawau sih. Ini bukan Alana, itu kan kerbau. Kalau ini daging sapi memang yang didatangkan,” tambah Firman.

Baca Juga :  Hasrat Ingin Punya Motor Dilampiaskan dengan Mencuri Honda Scoopy Tetangga

Sementara itu, pedagang sapi lokal di Pasar Gusher Kota Tarakan, Feri mengatakan kenaikan harga daging sapi segar ini diakibatkan stok yang menipis. Ia juga tak berani menjamin harga daging kembali normal jika mendekati Idul Adha nanti.

“Biasanya seminggu atau tiga hari sebelum lebaran (Idul Adha) memang naik. Sudah mau 2 tahunan seperti ini. Sekarang ini yang saya jual kisaran Rp 165 ribu per kilo. Ya bisa saja tembus Rp 180 ribu untuk yang lokal,” ujarnya.

Ia juga mendagangkan daging sapi beku yang didatangkan dari luar daerah dengan harga yang terjangkau. Namun, menurutnya, masyarakat lebih menyukai daging sapi lokal yang dari segi kualitas lebih baik.

Baca Juga :  DPUTR Tarakan akan Lakukan Pengerukan Pasir dan Pembuatan Alur Air

“Kalau yang beku itu Rp 95 ribu. Ya lebih enak yang lokal memang,” singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tarakan telah melakukan pengawasan langsung terhadap pemasukan sapi segar di Kota Tarakan. Melalui konsep tol laut, Tarakan menerima sebanyak 5 kali pasokan sapi segar dari 3 kabupaten. Diharapkan pasokan sapi segar ini mampu memenuhi kebutuhan daging sapi di Kota Tarakan jelang Idul Adha 2023. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *