Masih Didalami, Polda Kaltara Sebut Pengungkapan Double L Terbesar di Indonesia

Hukrim1,988 views

TANJUNG SELOR – Dengan pengungkapan puluhan ribu obat double L dari tangan pelaku bernama MS. Polda Kaltara akan melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringannya. Terlebih pelaku memesan obat ilegal ini dari market place Lazada.

“Untuk jaringannya masih kita telusuri dan melakukan penyelidikan, terkait adanya orang dibelakangnya nanti dilakukan pengembangan oleh Ditresnarkoba Polda Kaltara,” ungkap Kapolda Kaltara, Irjen Pol Bambang Kristiyono melalui Kabid Humas Polda Kaltara, Kombes Pol Budi Rachmat kepada benuanta.co.id, Rabu 28 April 2021.

Dia menilai apa yang dilakukan oleh pelaku cukup menyita perhatian, terlebih obat yang diperjualbelikan merupakan obat keras dengan sasaran generasi muda Kaltara. Sehingga pihak kepolisian akan bekerja keras dalam mengungkap jaringannya.

Baca Juga :  Selundupkan Sabu ke Pulau Nunukan, Pria Asal Sebatik Barat Diamankan Polisi di Pelabuhan Bambangan

Baca Juga : 

“Untuk kasus ini pertama kali terjadi di Kaltara dan jumlahnya sangat besar bahkan terbesar di Indonesia,” ucapnya.

Tak hanya itu Polda Kaltara akan mengawasi market place yang digunakan pelaku bertransaksi. Diketahui obat double L atau Triheksifenidil itu didapatkan dari market place Lazada.

Baca Juga :  Warga Sebatik Timur Digegerkan dengan Penemuan Jasad Bayi Perempuan di Semak-semak

“Padahal biasanya ini untuk penjualan baju tapi ada orang tertentu memanfaatkannya untuk menjual obat ini, jual baju itu hanya kedok. Kita akan kerjasama dengan tim Cyber dan Kominfo untuk take down akun tersebut,” sebutnya.

BARANG BUKTI : Obat Double L yang diamankan dari tangan pelaku.

Sementara itu pelaku, MS mengaku bisnis itu sudah berjalan sejak April 2020 dengan sasaran pembeli dari pekerja bangunan dan pekerja di kebun sawit. Saat menjalankan aksinya, MS mengaku hanya seorang diri.

Baca Juga :  Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Jalan Gajah Mada Diduga karena Sakit

“Tidak pernah jual untuk anak-anak, kadang saya yang datangi pembeli atau pembeli yang datang ke rumah,” ujar pria yang berdomisili di Jalan Manggis itu. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *