Nelayan di Nunukan Minta Solusi Pasca Kenaikan Harga BBM

Ekonomi, Nunukan196 views

benuanta.co.id, NUNUKAN – Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) juga dirasakan nelayan di Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan. Menurut mereka itu sangat membebani baik dari segi transportasi, ditambah penghasilan yang tidak menetap.

Jamil, Nelayan Sebatik Timur, mengatakan kenaikan BBM ini sangat besar dampaknya bagi mereka karena mau tidak mau harus menggunakan BB, mulai dari trasnportasi ke bagang tempat penangkapan ikan teri, ditambah lagi ada penerangan gunakan genset.

“Walaupun saat ini belum keliatan karena sebagian teman-teman belum membeli BBM, karena adanya stok yang lama,” kata Jamil, kepada benuanta.co.id, Senin (12/9/2022).

Baca Juga :  Warga Sebatik Timur Digegerkan dengan Penemuan Jasad Bayi Perempuan di Semak-semak

Dia dan teman-temannya sebagai nelayan akan meminta kepada pemerintah untuk mencari solusi. Harapan mereka sebagai masyarakat nelayan BBM ini bisa stabil tidak ada kenaikan.

Selain itu Makrus, nelayan Nunukan mengatakan, sebelum ada kenaikan harga BBM, ia dan nelayan lainnya sudah dihadapkan persoalan pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Kini ditambah dengan naiknya harga BBM. Tentu hal ini menambah beban bagi nelayan.

Baca Juga :  Pasokan BBM Subsidi di Sebatik Dikeluhkan, DPRD Nunukan Dorong Tim Pengawasan Terpadu

Selisih biaya bahan bakar untuk melaut sekarang setelah harga naik, bisa sampai Rp 40 ribu. Sehingga membuat kami membatasi perjalanan mencari ikan tidak sampai terlalu jauh atau biasanya sore kami menepi kini siang sudah selesai. Sehingga hasilnya pun tidak terlalu maksimal,” jelas.

Tetapi menjadi dilema bila harus menaikan harga jual hasil melaut. Nantinya daya beli masyarakat akan turun.

Baca Juga :  Wilayah Perkotaan hingga Pedalaman Nunukan Berpotensi Diguyur Hujan

Ia berharap, pemerintah terkait dapat mencarikan solusi yang baik. Termasuk bagi para nelayan. Bahwa kenaikan harga BBM, apalagi saat ini faktor cuaca yang tak menentu juga mempengaruhi hasil nelayan ketika melaut.(*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *