benuanta.co.id, TARAKAN – Antusias masyarakat membeli buah rambutan, membuat buah berasa manis ini laku terjual dalam waktu singkat. Dengan harga yang terjangkau, rambutan berjenis koyakan ini kerap dipasok dari dua kabupaten di luar Kota Tarakan.
Saat dijumpai benuanta.co.id di jalan depan Gedung Indoor Tenis Telaga Keramat Kelurahan Kampung Enam, dua orang pedagang rambutan menjelaskan bahwa pihaknya melakukan penjualan bila memasuki musim (panen) buah.
Harga per kilogram rambutan ini pun dibanderol Rp 15-20 ribu. Dagangan rambutan di tepi jalan itu tampak laris manis.
“Setiap musim rambutan kami selalu berjualan. Musim rambutan itu sejak bulan Oktober kemarin, tetapi masih sedikit yang dipasok dari Bulungan dan Sei Nyamuk, sekarang (Desember) baru banyak,” kata Yuni (16) pada Kamis, 16 Desember 2021.
Dijelaskan Yuni, rambutan yang didagangkannya berjenis koyakan binjai dan koyakan garuda. Kedua jenis tersebut memiliki perbedaan rasa, kulit dan daya tarik pengunjung yang ingin membeli.
Kata dia, rambutan koyakan berjenis binjai yang banyak dikagumi oleh pembeli.
“Kalau binjai itu rasanya manis, nah kalau garuda rasanya agak asam. Lalu kalau binjai rambut di bagian kulitnya agak panjang,” lanjut siswi kelas 3 SMP itu.
Meski bukan dihasilkan dari Kota Tarakan, ia selalu melakukan pemesanan dalam jumlah yang banyak. Sekali pemesanan, dikatakannya berkisar 1 hingga 2 ton.
Ia dan sanak keluarganya melakukan penjualan di 3 titik Tarakan diantaranya Kelurahan Kampung Enam, Jalan Mulawarman dan Kelurahan Selumit Pantai alias Beringin.
“Setiap 3 hari stok habis, tadi pagi juga baru datang buahnya. Sekitar 50 sampai 100 pembeli per hari, karena rambutan ini rasanya manis, segar dan cocok dikonsumsi kapan saja,” ucap Yuni.
Sementara itu, Nova (20) selaku pembeli menyampaikan bahwa buah rambutan memiliki ciri khas yang familiar dengan selera masyarakat.
“Selain murah, rasanya manis dan berbeda dengan buah lainnya. Pokoknya pas lah dimakan saat acara apalagi menjelang akhir tahun,” tutup dia. (*)
Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Ramli







