BULUNGAN – Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMK Negeri 1 Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), memasuki gelombang kedua, Senin (2/11/2026). Pelaksanaan ujian yang berlangsung sejak gelombang pertama tersebut sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Tanjung Selor, Fransiska Andayani, mengatakan pelaksanaan TKA di sekolahnya dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama telah berlangsung pada 26 hingga 29 Oktober 2026, sedangkan gelombang kedua dijadwalkan hingga 5 November 2026.
“Jadi kalau di SMK 1, TKA kita ini ada dua gelombang. Gelombang pertama tanggal 26 sampai 29 Oktober, kemudian gelombang kedua mulai hari ini tanggal 2 sampai 5 November,” kata Fransiska, Senin (2/11/2026).
Untuk menunjang pelaksanaan ujian, sekolah menyediakan dua ruang dengan pembagian tiga sesi setiap harinya. Selama ujian berlangsung, sekolah tersebut belum menemukan gangguan pada sistem maupun perangkat yang digunakan siswa.
“Alhamdulillah, sejauh ini lancar dan aman. Tidak ada error juga selama pelaksanaan, termasuk hari ini masih berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Hanya saja, pada pagi hari sempat terjadi pemadaman listrik. Meski begitu, kondisi tersebut tidak berlangsung lama dan tidak sampai menghambat pelaksanaan TKA.
“Tadi pagi sempat ada lampu padam, tetapi hanya beberapa menit. Jadi masih bisa kita kendalikan,” jelasnya.
Fransiska menyampaikan, persiapan lebih difokuskan setelah siswa kelas 12 menyelesaikan kegiatan PKL yang berlangsung sejak Juni hingga September 2026. Setelah kembali ke sekolah, siswa mengikuti pelatihan intensif untuk menghadapi TKA dan sertifikasi kompetensi.
“Anak-anak sebenarnya dari kelas 11 sudah mulai dilatih. Kemudian setelah mereka selesai PKL, pada September kita tarik kembali ke sekolah untuk pelatihan secara intensif,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan TKA, pengawasan juga dilakukan dengan sistem silang antar sekolah. Pengawas yang bertugas bukan berasal dari sekolah tempat siswa mengikuti ujian, melainkan guru dari sekolah lain yang telah ditentukan melalui sistem.
“Pengawasannya melalui sistem. Nama pengawas diunggah, kemudian diacak. Jadi tidak ada guru yang mengawasi siswanya sendiri,” terangnya.
Menurut Fransiska, sistem tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga integritas pelaksanaan ujian. Ia berharap para pengawas yang ditunjuk menjalankan tanggung jawabnya dengan baik sehingga TKA berlangsung sesuai ketentuan.
“Kalau komitmen dan integritas teman-teman pengawas, saya yakin cukup tinggi. Karena ini memang harus kita sukseskan dan dilaksanakan dengan benar,” katanya.
Untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan listrik, SMK Negeri 1 Tanjung Selor juga telah menyiapkan genset. Hal tersebut dilakukan agar kegiatan ujian tetap bisa dilanjutkan apabila terjadi pemadaman listrik.
“Sarana dan prasarana di SMK 1 sejauh ini cukup memadai. Mudah-mudahan listrik tidak padam, tetapi kalau terjadi kita juga punya alternatif karena sudah menyiapkan genset,” tuturnya.
Fransiska berharap pelaksanaan TKA hingga gelombang kedua berakhir dapat berjalan lancar. Ia juga berharap seluruh siswa tetap dalam kondisi sehat sehingga bisa mengikuti ujian sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Semoga anak-anak sehat semua dan tidak ada yang sakit saat pelaksanaan TKA. Karena di SMK 1 ini semuanya saya wajibkan ikut,” pungkasnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli








