Festival Meja Panjang Desa Pimping Sukses Tarik Perhatian Wisatawan Lokal

Bulungan, Hiburan488 views

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Festival adat meja panjang Desa Pimping, Kabupaten Bulungan, sukses tarik perhatian wisatawan lokal dan dongkrak ekonomi warga yang ada di Desa Pimping.

Saat dikonfirmasi Kepala Desa Pimping, Yancer Mariton dalam sambutannya mengatakan kalau festival adat meja panjang ini merupakan kegiatan tahunan yang rutin dilakukan oleh warga Pimping sebagai bentuk rasa syukur dari hasil panen pertanian, rasa syukur pergantian tahun dan mempererat silaturahim antar warga Pimping dengan saling berbagi makanan dalam satu wadah meja panjang.

“Keunikannya ada pada makan bersama dalam satu meja, makanya setiap kegiatan ini diadakan warga dari desa tetangga juga datang untuk menikmati makanan yang ada di meja panjang,” kata Yancer Rabu, 04 Januari 2022.

Baca Juga :  Belum Dipastikan Direnovasi atau Dibangun Ulang, Gedung Kantor Bupati Bulungan Masih Dikaji

Dari banyaknya wisatawan lokal yang datang ini, ternyata mampu mendongkrak aktivitas ekonomi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Desa Pimping.

Yesi, salah satu pelaku UMKM mengaku bersyukur kalau kegiatan yang harusnya menjadi ajang saling berbagi ini, malah membawa rejeki tersendiri bagi usahanya.

“Setidaknya lebih ramai dari hari biasanya dan tentunya kita sangat bersyukur dan terbantulah sebagai pedagang kecil,” bebernya.

Baca Juga :  Kualitas Udara Tanjung Selor Masuk Kategori Sedang

Sementara itu, Bupati Kabupaten Bulungan, Syarwani menuturkan kalau festival adat meja panjang ini merupakan warisan luhur dan kebanggaan bagi warga Bulungan. Sehingga harus dijaga dan dilestarikan agar tidak pudar tergerus waktu.

“Tidak hanya makan bersama, tapi begitu banyak kesenian yang ditampilkan disini dan tentunya kita harus bangga karena tradisi ini sudah ada sejak ratusan tahuh lalu dan bertahan hingga saat ini,” lanjutnya lagi.

Baca Juga :  Eks Kantor DJPb Pilihan OPD Bulungan pasca Kantor Bupati Terbakar

“Secara pribadi saya menyampaikan agar warga Pimping setidaknya bisa menjaga tradisi ini dan menjadikannya wajah bagi warga Pimping,” pungkasnya. (*)

Reporter: Osarade

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *