benuanta.co.id, TANJUNG PALAS – Peringatan Hari Jadi Bulungan ke-66 dan Tanjung Selor ke-236 dimaknai untuk mengenang jasa para leluhur dan pendahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan daerah.
Hal itu terlihat saat Pemerintah Kabupaten Bulungan bersama Tokoh Masyaraka menggelar doa bersama di Sungai Kayan.
Bupati Syarwani mengatakan, menilai kemajuan daerah membutuhkan kekompakan seluruh elemen masyarakat. Persatuan menjadi modal penting untuk menciptakan Bulungan yang semakin maju sekaligus menyiapkan masa depan generasi muda.
“Ini hanya bisa kita raih kalau kita kompak, kalau kita bersatu. Seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Bulungan harus bersama-sama terus memajukan daerah ini, bergandengan tangan dan menyiapkan masa depan putra-putri kita,” ujarnya.
Rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bulungan dan Kota Tanjung Selor dijadwalkan berlangsung pada 8 hingga 21 Oktober 2026. Salah satu agenda yang menjadi perhatian masyarakat adalah Festival Sungai Kayan pada 14–18 Oktober.
Syarwani mengajak masyarakat ikut memeriahkan festival tersebut. Menurutnya, Festival Sungai Kayan tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga bagian dari upaya merawat warisan budaya lokal, khususnya olahraga dayung tradisional.
Hingga 1 Oktober 2026, sedikitnya 120 peserta telah mendaftar untuk mengikuti kegiatan tersebut. Jumlah peserta diperkirakan masih akan bertambah menjelang pelaksanaan.
“Ini adalah wujud kecintaan kita dan upaya kita melestarikan olahraga dayung tradisional yang ada di wilayah Kabupaten Bulungan, yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita,” katanya.
Dari atas Sungai Kayan, Syarwani juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga stabilitas daerah selama seluruh rangkaian perayaan berlangsung.
Ia meminta masyarakat mempertahankan perdamaian, keharmonisan, keamanan dan ketertiban agar seluruh agenda Hari Jadi Bulungan dan Tanjung Selor dapat berjalan lancar.
“Jaga kekompakan, perdamaian, kesehatan, kondusivitas, keamanan dan ketertiban kita semuanya yang ada di Kabupaten Bulungan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







