benuanta.co.id, BULUNGAN – Update kualitas udara di wilayah Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, berada dalam kategori sangat tidak sehat Senin (5/10/2026) siang. Berdasarkan pemantauan Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan-Bulungan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 pada pukul 14.00 WITA tercatat mencapai 161,8 µg/m³.
Forecaster On Duty BMKG Tanjung Harapan-Bulungan Magdalena, mengatakan angka tersebut masuk dalam kategori sangat tidak sehat berdasarkan indeks kualitas udara PM2.5.
“Ya berdasarkan pantauan kita pukul 14.00 WITA, nilai konsentrasi PM2.5 wilayah Tanjung Selor sebesar 161,8 µg/m³ dengan status kategori sangat tidak sehat,” ujar Magdalena.
Data pemantauan menunjukkan konsentrasi PM2.5 mengalami peningkatan sejak sekitar pukul 10.00 WITA. Pada pukul tersebut, konsentrasi tercatat 69,9 µg/m³, kemudian meningkat menjadi 108,1 µg/m³ pada pukul 11.00 WITA.
Kondisi tersebut terus meningkat pada siang hari. Konsentrasi PM2.5 tercatat sekitar 130,4 µg/m³ pada pukul 12.00 WITA, kemudian 147,5 µg/m³ pada pukul 13.00 WITA, hingga mencapai 161,8 µg/m³ pada pukul 14.00 WITA.
Dalam indeks kualitas udara PM2.5, konsentrasi 150,5–250,4 µg/m³ dikategorikan sebagai sangat tidak sehat. Kondisi ini disebut dapat memberikan dampak terhadap kesehatan sebagian besar populasi yang terpapar.
BMKG mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kondisi kualitas udara, terutama kelompok yang rentan terhadap gangguan akibat polusi udara.
Adanya kabut asap yang muncul kembali membuat aktivitas masyakarat menjadi sedikit terganggu, Ahmad (31) mengatakan beberapa hari lalu kabut di wilayahnya (Tanjung Selor) sedikit mereda atau dalam katagori sedang.
“Hari ini kabut muncul lagi, tapi pagi waktu saya mau turun kerja sudah mulai tebal, kalau begini udara yang kita hirup bisa menggangu pernafasan seperti batuk-batuk,” katanya.
Munculnya kabut asap seperti ini kata Ahmad membuat dirinya sedikit terganggu, apalagi jika berkendara tidak menggunakan masker udara yang dihirup sangat terasa tidak enak. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







