benuanta.co.id, BULUNGAN – Upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan aman kian diperkuat di Kabupaten Bulungan.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar Advokasi Terpadu Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, serta Program Sekolah Pembudayaan Keamanan Pangan 2026.
Pengawas Jaminan Produk Halal Kementrian agama (Kemenag) Bulungan Rizki Tri H menyebutkan, program tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun kesadaran kolektif tentang keamanan pangan mulai dari desa, pasar tradisional, hingga lingkungan sekolah.
“Pemerintah ingin memastikan masyarakat tidak hanya memahami pentingnya makanan yang layak konsumsi, tetapi juga terbiasa memilih pangan yang aman dan berkualitas,” katanya, Kamis (5/3/2026).
Pada 2026, dua madrasah ditetapkan sebagai lokus intervensi, yakni Madrasah Ibtidaiyah Negeri Bulungan dan Madrasah Tsanawiyah Negeri Bulungan. Kepala dan perwakilan kedua sekolah hadir sebagai bentuk komitmen mendukung pembudayaan keamanan pangan di lingkungan pendidikan.
Rizki menegaskan, keterlibatan Kemenag Bulungan sejalan dengan penguatan konsep halal dan thayyib yang selama ini disosialisasikan kepada pelaku usaha, termasuk UMKM. Menurut dia, halal tidak semata soal bahan baku, melainkan juga menyangkut kebersihan, keamanan, serta proses pengolahan yang baik.
“Konsep halal mencakup aspek yang lebih luas. Makanan yang dikonsumsi masyarakat harus aman, bersih, dan diproses sesuai standar,” ujarnya.
Melalui advokasi terpadu ini, BPOM, pemerintah daerah, dan Kemenag diharapkan dapat membangun kolaborasi yang lebih solid dalam membentuk budaya pangan aman dan halal. Sementara itu, program di sekolah ditujukan untuk menanamkan kesadaran sejak dini kepada siswa agar terbiasa memilih pangan yang aman, sehat, dan sesuai prinsip halal dan thayyib. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







