Informasi dan Cuaca Jadi Tantangan Operasi SAR

benuanta.co.id, TARAKAN – Basarnas Tarakan mengakui selama pencarian jenazah 3 korban diduga kecelakaan speedboat pada Sabtu, 13 November 2021 lalu sulit mastikan informasi kronologis kejadian.

Dijelaskan Kasi Ops Basarnas Tarakan, Dede Hariana, pihaknya terkendala dalam menerima informasi awal seputar kejadian tersebut. Terutama mengenai jumlah korban, hal itu pula yang mendorongnya untuk bergerak cepat menentukan langkah.

“Kendala Basarnas yakni kronologis dan informasi. Apakah 2 korban lainnya benar-benar ada, selain jenazah Agusliansyah. Kami pun bekerjasama dengan pihak kepolisian dan terus menggali informasi kepada keluarga korban dan perusahaan,” ujar Dede Hariana kepada benuanta.co.id, pada 18 November 2021.

Baca Juga :  Petugas Kebersihan Tarakan Tak Terima THR, Ini Klarifikasi DLH 

Alhasil, dari berbagai keterangan yang telah dikonfirmasinya, Basarnas Tarakan tak ragu untuk berikan kesimpulan bahwa terdapat 3 orang korban yang alami insiden tersebut.

“Kita konfirmasi ke salah satu keluarga, ada juga yang kurang mengetahui berapa jumlah korban yang di speedboat. Tapi banyak yang mengetahui bahwa korban sedang bertiga saat mengambil udang di pos Tanjung Pasir,” tambah Dede.

Baca Juga :  Tarakan Dapat 200 Unit BSPS Tahap Pertama, Fokus di Tarakan Utara dan Barat

Sehingga, ia memutuskan agar 2 korban dilanjutkan pencarian meski ada dugaan kecelakaan, kriminal dan hal lainnya. Selain informasi, kendala lainnya diakui Basarnas yakni cuaca yang ekstrim.

Meski ditengah tantangan tersebut, tim Sar gabungan itu terus berjibaku hingga ditemukannya 3 jenazah Agusliansyah, Arfan dan Riski di perairan yang tak jauh dari Tanjung Pasir.

“Cuaca juga cukup ekstrim, arus deras dan hujan, tetapi cukup normal lah untuk pencarian. Akhirnya kita berhasil menuntaskan pencarian 3 orang jenazah korban pada Senin pagi, 15 November 2021.

Baca Juga :  Stok Ayam Beku Diatur Pusat, DKPP Tarakan Akui Ada Peralihan Konsumsi Masyarakat

Ia juga memastikan, kesiapan Basarnas Tarakan akan selalu sigap ditengah berbagai kondisi. Hal itu juga karena dukungan potensi SAR dan peran serta masyarakat.

“Alut, peralatan, personil sejauh ini sudah baik, meski ada yang kurang tetapi kita sudah berusaha maksimal. Kita prioritaskan kebenaran berita apakah benar-benar A1 atau tidak,” tutupnya.(*)

Reporter: Kristianto Triwibowo

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *