Banyak Indekos Jadi “Sarang” Maksiat?

Benar saja, sendal tersebut ternyata milik YN yang kala itu berada di dalam indekos HS bersembunyi dari kedatangan personel Satpol PP. YN keluar dengan rambut masih basah dan mengenakan daster. Tentu hal itu menambah kecurigaan personel Satpol PP. Ketika mendapati YN, personel Satpol PP lantas meminta identitas YN terlebih dulu sebelum mencari tahu sedang apa YN bersama SH di dalam indekos yang diketahui belum memiliki ikatan resmi. Kata YN, kedatangannya ke indekos SH hanya mengantar makanan untuk SH.

Baca Juga :  Rakor Ketupat Kayan 2026, Siapkan Pos Pam dan Pos Yan di Titik Strategis

“Hanya antar makanan doang, dia juga calon saya pak,” aku YN.

Keduanya sempat terlihat panik dan bingung ketika dibeber pertanyaan oleh personel Satpol PP. Tak ingin beradu argumen, akhirnya SH dan YN digelandang personel Satpol PP ke Mako Satpol PP Tarakan untuk diminati keterangan lebih lanjut.

Sementara itu, Sukardi Ketua RT 57 mengungkapkan bahwa indekos tersebut memang kerap dijadikan tempat kumpul kebo. “Memang begitu ada yang masuk tidak pernah lapor, tapi saya juga RT baru, karena baru dipecah. Pasti kami sampaikan ke pemilik dan penghuni kosnya,” ungkap Sukardi.

Baca Juga :  Baznas Tarakan Salurkan Zakat Ramadan untuk 11 Ribu Warga Kurang Mampu

Tak jauh berbebeda, warga sekitar yang merasa resah dengan kumpul kebo, mengaku kerap melihat penghuni membawa orang asing menginap. “Banyakkan di kosan di atas, karena takut ada terroris atau narkoba jika dibiarkan. Untuk yang ini memang sering aja mondar mandir ganti-ganti pasangan,” sebut salah seorang warga yang enggan dikorankan namanya.

Mengenai kasus tersebut, kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tarakan, Hanip Matiksan pasangan muda mudi yang diamankan, lantaran diduga melakukan kumpul kebo itu hanya dimintai keterangan.

Baca Juga :  Disperinaker Tarakan Imbau Perusahaan Cairkan THR Paling Lambat H-7 Lebaran

“Iya sudah kita pulangankan, karena kita tidak punya hak juga menahan orang sampai lama-lama,” ujar Hanip Matiksan.

Menurutnya dari hasil pemeriksaan di Mako Pol PP, keduanya memang bukan suami istri melainkan hanya teman. “Tidak ada temuan lain, dan tidak ada bukti juga untuk menjerat Perda Asusilla. Karena keterangan penyidik, yang bersangkutan mengatakan hanya mengantar makanan dan duduk-duduk di dalam indekosnya,” katanya.

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *