Banyak Indekos Jadi “Sarang” Maksiat?

Lokasi indekos lain di wilayah yang sama, Benuanta menemukan sepasang muda-mudi berada di indekos yang mana keduanya mengaku sebagai sepasang kekasih yang belum menikah “pacaran”. Keduanya lebih senang dipanggil Aang dan Sinta, bukan nama sebenarnya. Aang mengaku bekerja di salah satu perusahaan swasta di Tarakan, sementara Sinta masih duduk di bangku kuliah semester enam. Keduanya mengaku berasal dari luar Kaltara dan telah bertunangan sejak 2019 lalu.

“Kurang lebih sudah enam bulan di sini (indekos) tungga dia (Sinta) selesai kuliah baru rencanakan nikah. Mungkin tidak lama juga di sini karena mau cari yang besar dari ini,” sebut Aang yang terlihat santai kala disambangi Benuanta.

Keduanya tak mengetahui identitas wartawan Benuanta, wartawan Benuanta hanya berdalih mencari indekos untuk keluarga. Karena tak dicurigai, Aang dan Sinta mengaku indekos tempatnya menyewa tak terlalu diawasi pemiliknya. Diketahui Aang, pemilik indekos tak tinggal di sekitar indekos. Lantaran itulah, keduanya berani tinggal berdua di indekos meski belum memiliki ikatan resmi secara hukum.

Baca Juga :  Kasatlantas Polres Tarakan Berganti, Tuntut Hadirkan Inovasi Pelayanan

“Sebulan Rp480 ribu saya rasa cukup mahal karena tempatnya tidak besar. Warga di sini (indekos) taunya saya sudah menikah. Yang di sebalah dulunya juga ditempati mahasiswa sama mahasiswi, tapi tidak lama mungkin setengah bulan saja setelah itu tidak ditempati lagi. Mungkin sudah putus jadi tidak tinggal di sini lagi,” tuturnya sambil melemparkan senyum.

Mengenai Aang dan Sinta, merupakan suatu kasus kecil dari kumpul kebo di Tarakan. Terlebih lagi, indekos yang sering dimanfaatkan para kumpul kebo ini tak jarang di wilayah yang paling jarang disambangi Satpol PP. Begitu juga soal pengawasan pemilik indekos, para penyewa yang belum memiliki ikatan resmi pastinya mencari indekos yang longgar akan pengawasan. “Kalau ketat (pengawasannya) indekosnya tidak laris,” gumam Sinta.

Baca Juga :  Ust Hanan Attaki: Empat ‘Puasa’ Mental Kunci Hati Tenang di Zaman yang Bising

Pada kasus lain, Satpol PP Tarakan berhasil mengamankan sepasang muda-mudi yang diduga kumpul kebo di salah satu indekos di Tarakan Barat. Dia adalah SH dan YN, dua kraywan swasta yang tinggal di indekos ini juga mengaku sebagai sepasang kekasih. Meski tidak mengaku tinggal berdua di indekos, namun warga sekitar sering melihat keduanya bermalam di indekos tersebut.

Baca Juga :  Konflik Timur Tengah Memanas, Jamaah Umrah Tarakan Diminta Tunda Keberangkatan

Keduanya diamankan Satpol PP Tarakan dari laporan warga sekitar yang cukup resah. Satpol PP Tarakan yang menerima laporan itu tak tinggal diam. Sesampainya di indekos tersebut, keduanya kaget bukan kepalang melihat kedatangan personel Satpol PP Tarakan.

Saat personel Satpol PP Tarakan meminta penghuni indekos membuka pintu, HS masih mengenakan handuk. Kepada personel Satpol PP, HS mengaku hanya tinggal seorang diri. Namun personel Satpol PP Tarakan tak mau percaya begitu saja. Ketika diperikasa lebih teliti, salah satu personel melihat sebuah sendal wanita di depan pintu indekos. Dengan temuan itu, HS tak bisa banyak mengelak.

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *