benuanta.co.id, TARAKAN – Pembangunan Pasar Batu Sebengkok kembali dilanjutkan pada 2026 dengan fokus pekerjaan pada bagian struktur bangunan. Proyek tersebut akan dikerjakan secara bertahap hingga 2029, mulai dari pekerjaan struktur, arsitektur hingga tahap penyelesaian akhir.
Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Kota Tarakan, Ir. Sabudi Prasetyo, S.T., M.M., mengungkapkan pekerjaan pembangunan pada 2026 merupakan kelanjutan dari tahapan sebelumnya yang telah berakhir pada 2025. Menurutnya, kondisi tersebut bukan berarti pembangunan terhenti, melainkan pelaksanaan pekerjaan dan anggaran memang dilakukan setiap tahun.
“Progres saat ini adalah persiapan untuk pembangunan selanjutnya karena kegiatan sebelumnya berakhir di tahun 2025 dan di tahun 2026 ini dilanjutkan lagi. Dan memang anggarannya kan setiap tahun jadi bukan terhenti,” ungkapnya, Selasa (6/10/2026).
Untuk tahun 2026, pembangunan kembali diarahkan pada pekerjaan struktur bangunan. Alokasi anggaran yang disiapkan pada tahun ini disebut sekitar Rp7 miliar dan menjadi bagian dari kelanjutan pembangunan Pasar Batu.
“Benar (alokasi anggaran tahun ini) Rp7 miliar dan itu untuk melanjutkan pekerjaan struktur,” terangnya.
Sementara itu, total anggaran pembangunan Pasar Batu Sebengkok disebut mencapai sekitar Rp78 miliar. Dari total tersebut, realisasi anggaran yang telah digunakan hingga saat ini berada di kisaran Rp13 miliar.
“Benar (anggarannya) Rp78 miliar dan yang sudah dialokasikan hingga saat ini sekitar Rp13 miliar,” ujarnya.
Pasar Batu Sebengkok nantinya dibangun dengan mengacu pada desain awal berupa bangunan empat lantai. Dalam rancangan tersebut, pasar akan memiliki sekitar 70 kios serta fasilitas elevator untuk mendukung akses di dalam bangunan.
“Sesuai desain awal empat lantai dengan jumlah kios sekitar 70 serta fasilitasnya elevator,” bebernya.
Pembangunan kemudian akan dilanjutkan secara bertahap hingga 2029 dengan pembagian pekerjaan berdasarkan tahun. Pada 2026 fokusnya adalah pekerjaan struktur, kemudian pada 2027 dilanjutkan dengan pekerjaan struktur. Setelah itu, pekerjaan pada 2028 diarahkan pada bagian arsitektur dan memasuki 2029 dilanjutkan dengan tahap finishing.
“2026 pekerjaan struktur, 2027 lanjutan struktur, 2028 lanjutan arsitektur, 2029 finishing,” sebutnya.
Dengan tahapan tersebut, pembangunan Pasar Batu tidak langsung diselesaikan dalam satu tahun, tetapi dilaksanakan sesuai tahapan pekerjaan hingga 2029. Setiap tahap diarahkan pada bagian pembangunan yang berbeda, mulai dari struktur bangunan hingga penyelesaian akhir.
Setelah seluruh pembangunan selesai, pengaturan mengenai penempatan pedagang akan menjadi kewenangan perangkat daerah yang nantinya mengelola pasar. DPUPR Kota Tarakan menyebut pengelolaan tersebut akan diserahkan kepada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan.
“Setelah selesai akan diserahkan kepada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan sebagai pengelola pasar,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







