benuanta.co.id, TARAKAN – UPT Samsat Tarakan terus menggenjot penerimaan pajak kendaraan bermotor dengan strategi jemput bola. Salah satu inovasi andalan adalah program Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (Rujak KTMDU) yang menyasar kendaraan pasif, bahkan hingga ke alamat pemilik langsung.
Kepala UPT Kantor Bersama Samsat Tarakan, Irawan menjelaskan, tim lapangan mendatangi lokasi kendaraan untuk mengecek status pajak.
“Kalau ternyata belum bayar, kami langsung memberikan informasi, bahkan surat tagihan. Banyak yang akhirnya sadar karena mungkin sebelumnya tidak tahu ada keringanan,” jelasnya.
Program ini berjalan beriringan dengan layanan Samsat Keliling di berbagai titik seperti Kampung 4, Juwata, Tenguyun, dan drive-thru. Tujuannya, mempermudah masyarakat yang berada jauh dari kantor Samsat untuk tetap membayar pajak tanpa hambatan jarak.
Kendaraan pasif di Kaltara cukup banyak, mulai dari yang rusak berat, hilang berkas, hingga yang baru dibeli namun tidak pernah membayar pajak. Menurut Irawan, penting untuk segera memiliki single data antara Samsat, kepolisian, dan pihak terkait agar status kendaraan lebih jelas.
Selain itu, pihaknya mendorong perusahaan, BUMN, dan pelaku usaha untuk memprioritaskan pembelian kendaraan berplat Kaltara agar potensi pajak daerah semakin besar. Ia juga menekankan, pajak kendaraan berperan penting membiayai pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan.
Dengan strategi jemput bola dan inovasi lapangan, Samsat Tarakan menargetkan kendaraan pasif dapat kembali aktif sehingga penerimaan pajak daerah meningkat.
“Kalau potensi bertambah dan masyarakat patuh, fasilitas publik akan ikut berkembang. Semua kembali ke kita juga,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Yogi Wibawa







