Korban Tertimbun Longsoran di Tambang Batu Bara PT PMJ Ditemukan MD

benuanta.co.id, TARAKAN – Satu dari dua korban yang tertimbun longsoran tambang batu bara di Kabupaten Tana Tidung (KTT) berhasil ditemukan. Korban bernama Sawaludin ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) sekitar pukul 09.20 wita pada Rabu, 30 Maret 2022.

“Ditemukan di titik yang diduga mereka tertimbun longsoran,” katanya, Rabu (30/3/2022).

Pencarian ini dilakukan dengan penggalian menggunakan alat berat. Hal ini dilakukan lantaran kondisi di lapangan longsoran memiliki kedalaman 30 hingga 40 meter.

“Jadi tidak bisa jika pencariannya dengan manual, syukunya PT. Pipit Mutiara Jaya (PMJ) ini alat-alat berat dan emergency respon plan-nya juga sudah menyiapkan sehingga memudahkan kita dalam melakukan pencarian korban yang tertimbun batu bara,” beber Amir.

LONGSOR: Kondisi tambang batu bara PT. PMJ pasca diduga longsor.

Dalam pencarian tersebut, pihaknya juga berkoordinasi dengan ahli geologi yang mengetahui struktur tanah batu bara yang cenderung keras.

Amir melanjutkan, bahwa ia mengerahkan 7 personel untuk bertolak ke lokasi kejadian dengan membawa alat pendeteksi korban di dalam tanah.

“Alat baru juga semacam tongkat dimasukan ke dalam tanah mendeteksi ada tidak korban-korban di bawah (tanah), semacam stik kayak alumunium begitu,” ujarnya.

“Ya belum terlalu efektif karena material di lokasi keras, dan sebenarnya alat itu dirancang untuk tanah longsor yang tanahnya labil tidak terlalu berat,” tambah Amir.

Dari penemuan Sawaludin, kini tinggal seorang lagi yang masih dalam pencarian, yakni Santo yang merupakan warga Kabupaten Tana Tidung (KTT).

Penemuan satu korban MD ini juga diperkuat Kapolsek Sesayap Hilir, IPDA Agung Wahyudi yang menyebutkan pencarian tim sar gabungan membuahkan hasil meski medan terbilang berat dan memakan waktu.

“Sedangkan 1 orangnya lagi masih dilakukan pencarian di area longsor,” kata Kapolsek Sesayap Hilir, IPDA Agung Wahyudi.

Saat dikonfirmasi benuanta.co.id, Human Resources Development (HRD) PT. PMJ, Budi Perdana belum secara penuh mengetahui insiden yang terjadi di area tambang dengan memakan korban jiwa tersebut.

“Saya belum monitor ini (insiden longsor). Belum pergi ke kantor, masih di luar daerah karena cuti. Insyaallah semua sudah teratasi,” ungkap Budi, pada Rabu (30/3/2022).

Insiden yang terjadi pada Senin (28/3/2022) lalu itu, dikatakan Budi pihaknya akan mengkonfirmasi lebih lanjut.

“Saya konfirmasi dulu ke atasan saya, terkait kepastiannya,” singkatnya. (*)

Reporter : Endah Agustina/Osarade/Kristianto Triwibowo

Editor : Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *