“Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD kelas 1. Mereka harus mulai bahasa asing,” kata Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat.
Prabowo mengatakan bahasa asing yang perlu dipelajari antara lain Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, dan Prancis. Dia juga menambahkan bahasa Rusia karena menilai negara tersebut memiliki kekuatan di bidang sains dan teknologi.
“Kita juga harus belajar bahasa Rusia. Mereka kuat di Bidang sains dan teknologi,” kata Presiden.
Menurut Presiden, anak-anak lebih cepat mempelajari bahasa ketika masih berusia di bawah 11-12 tahun. Oleh karena itu, penguasaan bahasa asing perlu dimulai sejak pendidikan dasar.
Kepala Negara mengatakan kemampuan bahasa asing akan memberikan lebih banyak peluang bagi anak-anak Indonesia ketika memasuki pasar kerja internasional.
“Anak-anak kita harus punya akses kepada pendidikan terbaik agar mereka nanti termasuk kalau sudah mencari lapangan kerja mereka punya kemampuan lebih, mereka bisa diterima di mana-mana, mereka bisa kerja dengan pihak manapun,” ujarnya.
Prabowo menilai kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara juga membuka peluang bagi Indonesia. Presiden menyebut sejumlah pemimpin negara yang ditemuinya menanyakan kemungkinan tenaga kerja Indonesia bekerja di negara mereka.
Tenaga kerja Indonesia menurut dia, dibutuhkan antara lain di sektor pariwisata, rumah sakit, keperawatan, dan pengasuh yang membutuhkan kemampuan berbahasa asing.
Prabowo mengatakan masyarakat Indonesia dikenal ramah, ulet, dan sopan. Dengan tambahan kemampuan bahasa asing, Presiden berharap tenaga kerja Indonesia semakin kompetitif di pasar global sekaligus memperkuat perekonomian nasional.
“Oleh krena itu tenaga kerja kita diharapkan nanti bisa menjadi kompetitif di dunia memperkuat ekonomi Indonesia,” kata Prabowo.
Sumber : Antara







