TANJUNG SELOR – Dalam pelaksanaan deklarasi Irianto Lambrie dan Irwan Sabri di Hotel Luminor Sabanar Lama, dari 500 kursi yang disiapkan ternyata disesaki pendukungnya. Diakui oleh Irianto Lambrie jika deklarasi itu telah memenuhi syarat protokol kesehatan seperti pakai masker, berjaga jarak dan pengecekan suhu tubuh.
“Yang hadir hari ini ada 1000 orang tapi kita sudah berusaha kendalikan dan imbau, makanya relatif bagus,” ungkap Irianto, Sabtu 5 September 2020.
Lebih memilih di Bulungan ketimbang Tarakan untuk deklarasi karena penularan virus corona di Tarakan cukup tinggi, hanya saja di lapangan berbeda. Tampak para pendukung sebagian besar telah mengabaikan protokol kesehatan (Prokes), salah satunya tidak menjaga jarak dan ada tidak mengenakan masker dengan baik.
“Mohon maaf, kami dan panitia tidak bisa mengendalikan orang banyak. InsyaAllah tidak apa (terjadi penularan),” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Kaltara, Suryani sejauh ini hanya bisa memberikan imbauan agar setiap deklarasi itu harus mematuhi setiap yang dianjurkan pemerintah seperti protokol kesehatan.
Kemudian dari aparatur sipil negara (ASN) tidak bisa terlibat pasif apalagi yang mengenakan simbol yang bercirikan sebagai ASN saat deklarasi.
“Jauh sebelum mendekati pendaftaran, kita sudah mengirim surat imbauan kepada pemerintah daerah terkait netralitas ASN,” ucap Suryani.
Pihaknya juga sudah mengirimkan surat kepada partai politik dan LO yang akan mengajukan calonnya dalam kontesasi pemilihan agar memperhatikan Prokes. Terlebih yang ditakutkan pengawas adalah terciptanya kluster baru terkena Covid-19.
“Jika memang ada pelanggaran, maka masyarakat, media dan lainnya dapat melaporkan,” pungkasnya. (*)
Editor : M. Yanudin








Ingat ASN harus netral, setiap bantuan proyek kegiatan pemerintah di masyarakat jangan bawa bawa nama calon