BERAU – Menghadapi gelombang aksi demonstrasi hingga larut malam tentu menjadi tantangan tersendiri bagi seorang kepala daerah. Namun, pengalaman tersebut justru dihadapi oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, dengan kepala dingin dan tangan terbuka.
Dalam sebuah kesempatan, Sri Juniarsih mengenang momen ketika wilayahnya didatangi oleh massa pengunjuk rasa hingga tengah malam. Alih-alih merasa panik atau gentar, ia mengaku sudah terbiasa menghadapi berbagai dinamika serta audiens dalam jumlah besar.
“Kita bikin dia, ini tengah malam waktunya tidur. Insya Allah, saya belum tidur, karena saya terbiasa tidur tengah malam,” ujar Sri Juniarsih, Kamis (29/10/2026).
Sebagai kepala daerah perempuan pertama di Berau, ia menilai aksi unjuk rasa merupakan bagian dari dinamika sosial yang wajar terjadi di tengah masyarakat. Ia bahkan memilih untuk langsung menemui dan menyambut para pendemo dengan baik.
“Saya welcome, karena memang keadaan masyarakat saat itu sungguh sangat memancing emosi memang sebenarnya,” ungkapnya.
Meski sempat menyayangkan kurangnya komunikasi awal yang memicu kesalahpahaman, Sri Juniarsih tetap mengapresiasi kerja sama berbagai pihak, mulai dari jajaran TNI-Polri, media, hingga masyarakat, yang sigap bersama-sama menjaga kondusivitas daerah.
Kini, berbagai persoalan di lapangan terus berangsur diperbaiki melalui koordinasi intensif demi kemajuan Kabupaten Berau yang lebih baik. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina







