Pjs Bupati Berau Cek Harga Sembako, Pedagang Curhat Minta Perbaikan Gedung

benuanta.co.id, BERAU – Penjabat sementara (Pjs) Bupati Berau Sufian Agus saat melakukan kunjungan kerja ke Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) di Jalan H.A.R.M Ayoeb Kecamatan Teluk Bayur untuk mengecek harga bahan pokok, Kamis (17/10).

“Harga-harga bahan pokok semuanya stabil. Tapi hari ini bisa turun besok bisa naik. Tergantung pasokan bisa dapat kendala cuaca bisa saja juga distributor yang mengalihkan jual keluar kota,” ucapnya.

Kemudian dirinya pun meminta kepada Disperindagkop agar lakukan pemantauan ke distributor beras dan telur ayam yang tersedia untuk Kabupaten Berau.

Baca Juga :  Pemkab Berau Salurkan 200 Ribu Bibit Kakao Bantuan Kementan untuk Kelompok Tani

“Karena hal ini juga menyangkut harga pasar supaya tetap stabil dan soal berapa sih persentase distributor harus jual juga ke luar kota ini harus ada segera pendataan,” ungkapnya.

Kepada awak media pun, Sufian Agus juga mengatakan para pedagang cerita supaya dapat dibantu perbaikan atap gedung Pasar SAD dengan pakai ventilator pendingin udara.

“Kita juga tidak mungkin kasih AC cuman ada namanya Turbin Ventilator yang tanpa listrik. Jadi ketika cuaca lagi panas dan pengap tidak menyebabkan udara dalam pasar basah dan kering sesak,” bebernya.

Baca Juga :  Batas Wilayah Berau dan Kutim Belum Sepakat, Pemprov Kaltim Serahkan Keputusan ke Kemendagri

“Serta pedagang ingin ada beberapa atap yang bocor bisa diperbaiki supaya tidak produk jualan mereka,” sambungnya.

Dirinya percaya usai mengetahui keluhan para pedagang pasar SAD bisa dapat fasilitas dari pemerintah daerah.

“Ya mungkin nanti ibu Asisten III dan pak Sekda serta kepala Pasar juga supaya segera koordinasikan untuk penganggaran dan mudah-mudahan bisa dilaksanakan, ” imbuhnya.

Baca Juga :  Dorong Konektivitas Pariwisata, Pemkab Berau Usulkan Pengembangan Bus Trans hingga PJU ke Kemenhub

Menurutnya, kegunaan Turbin Ventilator pun banyak manfaat bagi para pedagang ikan di Pasar SAD.

“Kalau ada ventilator itu yang pertama para pedagang ikan tidak mungkin lagi siram air ketika kering karena panas produk ikan dagangannya. Supaya tetap segar dan tidak lembab maka pakai ventilator turbin itu,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie

Editor: Ramli 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *