Krisis Air Bersih Nunukan, Penjual Air Keliling Panen Pesanan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Krisis suplai air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taka di sejumlah wilayah Nunukan dalam beberapa pekan terakhir menguntungkan bagi para penjual air keliling yang panen cuan seiring melonjaknya permintaan masyarakat.

Salah satu penjual air keliling, Rahman (42), mengaku kewalahan melayani pesanan yang datang melalui telepon maupun pesan singkat.

Baca Juga :  Penyelundupan 72 Koli Ballpress Asal Tawau Digagalkan di Sebatik, 3 Mobil Pick Up Turut Diamankan

“Biasanya sehari cuma antar 5 sampai 7 profil atau tandon. Sekarang, sejak air PDAM macet, bisa tembus 15 sampai 20 profil sehari. Itu pun masih banyak yang belum terlayani,” ujar Rahman

Kenaikan volume penjualan ini otomatis meningkatkan pendapatan para penjual air. Dengan harga rata-rata penjualan Rp70.000 hingga Rp100.000 per tandon kapasitas 1.200 liter tergantung jarak tempuh.

Baca Juga :  Langsung Dimusnahkan, Makanan dan Minuman Kedaluwarsa Ditemukan di Sejumlah Toko Sebatik Utara

“Kalau di bandingan hari biasanya, pendapatan kita lebih banyak di musim krisis air seperti ini,” jelasnya.

Bagi warga, beralih ke air keliling adalah pilihan terakhir hal ini dipicu oleh menyusutnya debit air di embung akibat minimnya curah hujan ini memaksa warga mengeluarkan biaya tambahan yang tidak sedikit, pasalnya pendistribusian air dilakukan secara bergilir oleh pihak Perumda Air Minum Tirta Taka Nunukan.

Baca Juga :  TNI di Perbatasan Dituntut Makin Responsif, Lanal Nunukan Tekankan Profesionalisme dan Sinergi

“Mau tidak mau, buat mandi dan cuci piring. Kalau nunggu PDAM mengalir itu jadwalnya bergilir,” ujar Indah salah satu warga di Jalan Fatahillah. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *