benuanta.co.id, NUNUKAN – Harapan kembali tercurahkan di tengah duka pencarian korban kapal karam di Perairan Tanjung Aru, Sebatik. Sebab, salah satu awak kapal (ABK) yang sebelumnya dinyatakan hilang, Rahmat, berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Rahmat ditemukan oleh nelayan di Perairan Batu Payung, wilayah Tawau, Sabah, Malaysia, pada Senin (21/7/2025) sekitar pukul 11.00 WITA. Ia dalam kondisi sadar, namun mengalami dehidrasi berat akibat terombang-ambing di laut selama lebih dari 36 jam.
Saat ini, Rahmat berada di Pos Marine Tawau untuk mendapatkan perawatan dan pemulihan. Otoritas Malaysia dan Indonesia tengah melakukan koordinasi intensif guna memfasilitasi proses pemulangan Rahmat ke keluarganya di Sebatik.
“Kami sangat bersyukur Rahmat ditemukan selamat. Semoga ini menjadi pertanda baik bagi pencarian satu korban lainnya,” ujar salah satu anggota tim SAR di lokasi.
Sebelumnya, kapal kayu tradisional GT 2 yang mengangkut kebutuhan pokok dari Malaysia menuju Pulau Sebatik dilaporkan tenggelam pada Sabtu malam (19/7/2025) sekitar pukul 23.00 WITA. Kapal tersebut dinakhodai oleh Hasim Bin Hatta alias Acok dan membawa dua ABK, Rahmat dan Arifin Nurman (29).
Menurut laporan dari Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Nunukan, Letkol Laut (P) Primayantha Maulana Malik, cuaca buruk dan gelombang tinggi menyebabkan kapal mengalami kerusakan mesin hingga akhirnya tenggelam.
Kapal berangkat dari Malaysia pada pukul 16.00 WITA dan mulai berlayar kembali ke Sebatik setelah berbelanja sembako. Namun saat berada di koordinat 04° 07′ 00″ LU – 117° 55′ 00″ BT, kapal dihantam gelombang tinggi hingga kemasukan air dan karam.
Arifin Nurman, ABK lainnya, lebih dahulu ditemukan selamat pada Minggu (20/7/2025) oleh kru kapal cepat reguler Sadewa’ta yang tengah menuju Tarakan. Ia langsung dievakuasi ke Puskesmas Sebatik.
Dalam keterangannya, Arifin mengatakan bahwa angin kencang dan ombak besar menghantam kapal, membuat mereka terlempar ke laut di tengah malam.
Kini, dengan ditemukannya Rahmat, perhatian tim SAR gabungan sepenuhnya tertuju pada upaya pencarian Hasim Bin Hatta, nahkoda kapal, yang hingga kini belum ditemukan.
Tim pencari terdiri dari unsur Pos AL Sei Pancang, Pos Sei Nyamuk, Satgas Marinir Ambalat XXXI, Kopaska Ops Yudha Dharma 02 Guspurla Koarmada II, dan Airud Sebatik. Operasi pencarian terus dilanjutkan di sekitar wilayah tenggelamnya kapal dengan harapan dapat menemukan korban terakhir.
Sementara itu, pihak keluarga korban masih menunggu kepastian dan perkembangan terbaru di Posko Sebatik, dengan doa dan harapan akan keajaiban kedua. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Yogi Wibawa







