benuanta.co.id, NUNUKAN – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nunukan akan menjadwalkan pemantauan hilal atau Rukyatul Hilal untuk penentuan awal Ramadan 1446 H akan dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2025 sore.
Namun, untuk wilayah Nunukan, pemantauan hilal dinilai menghadapi kendala. Lantaran letak geografis pulau ini yang dikelilingi oleh daratan.
“Kami sudah melakukan peninjauan dan memeriksa kemungkinan tempat untuk pemantauan hilal di wilayah Nunukan. Sayangnya, wilayah ini tidak memiliki lokasi yang strategis untuk melihat hilal karena dikelilingi daratan. Satu-satunya tempat yang memungkinkan adalah di pesisir laut, tepatnya di lokasi yang dapat melihat dengan jelas saat matahari terbenam,” jelas Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nunukan, Shaberah kepada benuanta.co.id, Jumat (21/2/2025).
Meski begitu, pihaknya sudah memperkirakan, pada malam 28 Februari 2025, umat Islam di wilayah Nunukan kemungkinan besar sudah melaksanakan salat tarawih.
Sehingga, besar kemungkinan awal puasa di wilayah Nunukan akan dimulai pada 1 Maret 2025.
“Berdasarkan hitungan sementara, kita prediksi malam 28 Februari sudah ada yang melaksanakan tarawih. Sehingga 1 Maret 2025 kemungkinan besar akan menjadi hari pertama puasa. Namun, kita tetap menunggu keputusan resmi melalui sidang isbat yang akan digelar pada 28 Februari 2025 di Jakarta untuk menetapkan 1 Ramadan,” bebernya.
Kemenag Nunukan mengimbau kepada masyarakat untuk tetap sabar dan menunggu keputusan resmi dari pemerintah melalui sidang isbat yang akan diumumkan setelah pemantauan hilal.
Keputusan ini penting untuk memastikan keseragaman penetapan awal Ramadan di seluruh Indonesia.
“Kami mengimbau agar masyarakat tetap menunggu keputusan pemerintah. Sebagai umat yang taat, kita harus mengikuti ketetapan yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang,” sebut Shaberah.
Kemenag juga berharap seluruh umat Islam di Kaltara dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan kesatuan. Sesuai dengan ketentuan yang akan diumumkan secara resmi pada sidang isbat mendatang. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Endah Agustina







