benuanta.co.id, BULUNGAN – Selain penyerahan DIPA dan alokasi TKD kepada satuan kerja dari kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada pertengahan bulan Desember ini memaparkan realisasi atau kinerja dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2022.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kaltara, Wahyu Prihantoro mengatakan APBN merupakan hal tersebut bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat di daerah.
Dia mengatakan terlebih di tahun 2020 sampai 2022 ini merupakan tahun yang sangat berat di mana pandemi Covid-19 yang awalnya merupakan krisis kesehatan, secara cepat merambat menjadi pemicu permasalahan ekonomi dan sosial.
“Sejak tahun 2020, APBN telah bekerja keras sebagai bentuk respon kebijakan fiskal yang cepat dan extraordinary untuk meng-counter dampak negatif pandemi Covid-19,” tutur Wahyu kepada benuanta.co.id, Rabu 14 Desember 2022.
Kata dia, kerja keras APBN ini menghasilkan pemulihan ekonomi meskipun secara bertahap, pada kuartal III 2022, pertumbuhan ekonomi mencatatkan angka 5,72 persen secara year on year (yoy), dengan tingkat inflasi yang terjaga rendah dan indikator keyakinan konsumen serta produksi yang mengalami pemulihan.
“Dengan capaian itu, optimisme proses pemulihan ekonomi terus dijaga meskipun kita harus makin waspada terhadap risiko global yang berasal dari faktor geopolitik, penerapan zero covid policy di RRT yang menyebabkan perlambatan ekonominya. Maupun dampak pengetatan kebijakan moneter di negara maju untuk pengendalian inflasi yang akan berakibat pelemahan ekonomi global, meningkatkan suku bunga global, memicu aliran modal keluar dan menimbulkan tekanan terhadap nilai tukar,” paparnya.
Lanjutnya, di Provinsi Kalimtara, sampai dengan akhir November 2022, belanja negara secara keseluruhan telah terserap sebesar 91,03 persen atau sebesar Rp 9,52 triliun. Lalu belanja melalui Kementerian/Lembaga terealisasi 77,51 persen atau sebesar Rp 2,85 triliun, termasuk di dalamnya dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang baru terserap 66,96 persen atau Rp 48,81 miliar.
“Sedangkan anggaran TKD telah terserap 98,35 persen atau Rp 6,67 triliun ini telah melebih dari target kita yaitu 90 persen,” sebut Wahyu.
Dia menambahkan belanja dalam rangka penanganan dampak Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) telah terealisasi sebesar Rp 696,05 miliar yang tersebar, pertama sektor kesehatan sebesar Rp 82,57 miliar, kedua sektor perlindungan masyarakat sebesar Rp 192,60 miliar dan ketiga sektor penguatan pemulihan ekonomi angkanya Rp 420,87 miliar.
“Program PC PEN ini telah menjangkau ribuan penerima manfaat warga Kaltara, di antaranya 6 rumah sakit, 7 fasilitas kesehatan, 1.718 pasien, 154 tenaga kesehatan, 16.188 penerima PKH, 27.365 penerima kartu sembako, 30.615 KPM BLT BBM, 27.298 KPM BLT Minyak Goreng, 23.840 KPM BLT Desa, dan 28.887 penerima Bantuan Subsidi Upah,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Yogi Wibawa







