Rawan Bencana, Korem 092 Maharajalila Laksanakan Latihan Penanggulangan Bencana Alam

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Korem 092 Maharajalila gandeng Forkopimda Kaltara melaksanakan latihan penanggulangan bencana alam, yang dilaksanakan di lapangan Agathis Tanjung Selor.

Hadir dalam apel gelar pembukaan latihan penanggulangan bencana alam itu, Kapolda Kaltara, Irjen Pol Daniel Adityajaya dan Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara, Suriansyah.

Komandan Korem 092/Maharajalila, Brigjen TNI Ari Estefanus mengatakan saat ini beberapa wilayah Indonesia termasuk di wilayah Kaltara memasuki musim dengan curah hujan cukup tinggi dan diikuti kondisi cuaca yang sulit diprediksi, bahkan dengan mudah dapat berubah-ubah secara ekstrim.

Lalu wilayah Kaltara yang di prediksi memasuki musim kemarau, akan terjadi bahaya kebakaran hutan dan lahan yang sangat berpotensi menimbulkan bencana alam.

“Kondisi yang demikian, menuntut kita semua untuk senantiasa siap siaga dan melakukan berbagai langkah antisipasi guna meminimalisir kerugian, baik personil maupun materiil,” ucap Brigjen TNI Ari Estefanus kepada benuanta.co.id, Senin 21 November 2022.

Dia menjelaskan kegiatan dilaksanakan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi dan mengevaluasi sejauh mana kesiapan seluruh unsur yang terlibat di wilayah Provinsi Kaltara baik dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah maupun masyarakat dalam menghadapi kemungkinan bencana yang akan terjadi, baik dari aspek personel, peralatan maupun perlengkapan serta dukungan lainnya, disertai cara bertindak yang tepat.

Baca Juga :  Pemprov Kaltara Resmi Terapkan WFH di Hari Jumat bagi ASN

“Sehingga tidak ada keraguan di dalam pelaksanaan tugas, yang dapat meminimalkan dampak bencana baik korban jiwa maupun materiil,” bebernya.

Mantan Paban II/Evjianbangstra Ditevjianbang Sesko TNI ini menuturkan upaya pengurangan resiko bencana harus dilakukan secara terencana, terpadu dan berkesinambungan. Sehingga membutuhkan kerja yang maksimal dan terarah.

Melihat bencana yang terjadi dan dampak yang diakibatkannya, maka diperlukan upaya yang serius dari semua pihak untuk melakukan langkah-langkah kongkrit dalam melindungi masyarakat apabila terjadi kondisi yang darurat.

“Langkah kongkrit yang harus dilakukan dalam mengurangi resiko bencana adalah kesiapsiagaan seluruh aparat bersama-sama dengan masyarakat, dan didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai,” terangnya.

Baca Juga :  Gubernur Zainal dan Anggota DPR RI Rahmawati Menggelar Safari Ramadan di Masjid Jami Nurul Islam Tarakan

Lanjutnya, untuk mengurangi terjadinya korban jiwa akibat bencana alam, seluruh komponen bangsa perlu melakukan berbagai upaya yang ditujukan untuk mencari solusi guna mencegah terjadinya bencana alam.

“Salah satu upayanya dengan peningkatan kualitas lingkungan di sekitar kita dan menumbuhkan kesadaran masyarakat khususnya yang tinggal di daerah aliran sungai,” ujar Ari Estefanus.

Begitu juga masyarakat yang berdomisili di daerah rawan longsor dan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan agar lebih aktif dalam memelihara dan menjaga kondisi di sekitarnya agar tetap terjaga keasrian dan berfungsi secara optimal.

“Kepekaan dan kepedulian terhadap masalah lingkungan ini penting untuk terus menerus ditingkatkan. Serta disosialisasikan kepada masyarakat sebagai salah satu upaya untuk menghadapi dan menanggulangi kemungkinan ancaman bencana alam yang terjadi,” paparnya.

Kata dia, peningkatan kepekaan dan kepedulian kepada masyarakat selain dimaksudkan untuk memerankan masyarakat sebagai bagian dari sistem peringatan dini terhadap kemungkinan timbulnya bencana alam.

Baca Juga :  Penyidikan Perkara Tambang, Kejati Kaltara Geledah 5 Instansi di Kabupaten Nunukan

“Juga dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap berbagai permasalahan apapun yang terjadi diwilayahnya,” katanya.

Sesuai amanat Undang-undang TNI Nomor 34 Tahun 2004 yang berisi tentang tugas Pokok TNI adalah melaksanakan OMP dan OMSP, sebagai konsekuensi dari karakteristik tugas Korem 092/Maharajalila, dia menjelaskan sudah sepatutnya mencermati tugas pokok tersebut dengan porsi yang sama pentingnya.

“Tugas selain perang yang diaplikasikan dalam berbagai operasi bakti yang selama ini dilaksanakan, senantiasa kita arahkan sedekat mungkin untuk membantu pemda dalam penggulangan bencana alam dan mengatasi kesulitan rakyat yang ada diwilayah Provinsi Kaltara,” tuturnya.

Ari menambahkan, bencana alam sampai saat ini masih menjadi persoalan nasional, yang kebanyakan smembawa dampak kerugian baik materil, moril bahkan jiwa.

“Dalam menghadapi situasinya, pihaknya berharap agar dapat memainkan peran dengan sebaik-baiknya secara terpadu dalam penanganan bencana alam tersebut,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *