benuanta.co.id, BULUNGAN – Bulan Desember 2021, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengalami inflasi sebesar 0,98 persen hal itu disampaikan pada rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltara. Dalam indeks harga konsumen (IHK) regional Kalimantan, inflasi tertinggi terjadi di Palangkaraya sebesar 0,99 persen.
Kepala BPS Kaltara Tina Wahyufitri mengatakan wilayah lain yang terjadi inflasi diantaranya Banjarmasin sebesar 0,80 persen, Balikpapan sebesar 0,72 persen, Sampit sebesar 0,66 persen, Samarinda sebesar 0,65 persen, Kotabaru sebesar 0,62 persen, Sintang sebesar 0,50 persen, Tanjung sebesar 0,45 persen dan Pontianak sebesar 0,32 persen.
“Untuk Provinsi Kaltara inflasi berada di urutan kedua pada bulan Desember 2021 sebesar 0,98 persen atau terjadi perubahan IHK 106,43 pada bulan November 2021 menjadi 107,48 pada bulan Desember 2021,” ucap Tina Wahyufitri kepada benuanta.co.id, Senin 3 Januari 2021.
Sedangkan untuk tingkat kabupaten kota Desember 2021, Kota Tarakan terjadi inflasi sebesar 0,90 persen dan Kota Tanjung Selor mengalami inflasi sebesar 1,31 persen. Dimana inflasi tahun kalender sebesar 2,73 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 2,73 persen.
“Inflasi di Kaltara dipengaruhi oleh kenaikan indeks pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,34 persen, kemudian kelompok transportasi sebesar 1,22 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman sebesar 1,18 persen,” bebernya.
Lalu dipengaruhi kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,28 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,16 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,03 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,00 persen dan kelompok pendidikan sebesar 0,00 persen.
“Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok kesehatan sebesar -0,05 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,05 persen dan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar -0,01 persen,” jelasnya.
Tina menjabarkan kelompok pengeluaran yang memiliki andil yang dominan terhadap inflasi Kaltara adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,71 persen, kelompok transportasi sebesar 0,15 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,09 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,02 persen.
Disusul kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,01 persen serta kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,01 persen.
“Ada 5 jenis barang/jasa penyumbang tertinggi inflasi di Kaltara adalah cabai rawit sebesar 0,47 persen, angkutan udara sebesar 0,15 persen, minyak goreng sebesar 0,09 persen, cabai merah sebesar 0,08 persen nasi dengan lauk sebesar 0,07 persen,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







