benuanta.co.id, BULUNGAN – Tersiar kabar dari negara tetangga, Malaysia, ratusan teroris yang bermukim di Sulu Negara Filipina akan menyerang wilayah Sabah. Sebagai negara yang berbatasan dengan Malaysia, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) juga perlu mewaspadainya.
Hanya saja informasi resmi baik dari Konsulat Republik Indonesia di Tawau belum ada kepada Indonesia, khususnya kepada Pemerintah Provinsi Kaltara. Komandan Korem 092 Maharajalila Brigjen TNI Suratno pun belum menerima informasi tersebut.
“Berita itu belum ada masuk kepada kami. Tapi untuk petugas kita yakni Satgas Pamtas itukan selalu siap siaga dan standby,” ujar Brigjen TNI Suratno kepada benuanta.co.id, Jumat 10 Desember 2021 kemarin.
Dia menjelaskan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia juga setiap harinya melakukan patroli. Jika pun ada yang mengarah ke Kaltara akan cepat terdeteksi dan tertangani.
“Prajurit kita di sana selalu sedia melakukan pengamanan perbatasan baik di Nunukan, Sebatik maupun di Malinau yang berbatas langsung dengan Malaysia,” jelasnya.
Dia mengungkapkan jika pun ada konflik yang terjadi, maka itu akan terjadi antara Malaysia dengan Filipina. Kata dia, tugas pengamanan perbatasan juga menjadi tugas bersama terlebih di Kaltara sudah ada Polda Kaltara dan Lantamal XIII Tarakan yang siap membekap.
“Palingan itu konflik antara 2 negara itu, tapi kita tetap mengantisipasi dan waspada. Info dari Konsulat Republik Indonesia Tawau juga belum ada menginformasikan kepad kami,” ucapnya.
Dia menambahkan jika saat ini akan cepat tertangani karena diplomasi dengan negara lain telah gencar dilaksanakan. (*)
Reporter : Heri Muliadi
Editor : Yogi Wibawa







