benuanta.co.id, BULUNGAN – Kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian ke wilayah perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai menjadi momentum penting untuk kembali menyuarakan persoalan pembangunan di kawasan perbatasan.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara Achmad Djufrie mengatakan, persoalan perbatasan selama ini telah berulang kali diperjuangkan pemerintah daerah bersama DPRD Kaltara melalui pemerintah pusat, termasuk dengan menyampaikan langsung kondisi dan kebutuhan pembangunan di kawasan tersebut.
Menurutnya, sejumlah upaya telah dilakukan dengan mendatangi kementerian terkait untuk memperjuangkan perhatian dan dukungan anggaran bagi pembangunan perbatasan.
“Ini tidak lain adalah perjuangan kita selama ini, perjuangan Pak Gubernur dan teman-teman di DPRD untuk meminta agar perbatasan ini diperhatikan,” kata Achmad Djufrie saat kunjungan kerja Mendagri di Kaltara, Selasa (6/10/2026)
Ia menyebut, kondisi di perbatasan yang selama ini disampaikan kepada pemerintah pusat akhirnya mendapat perhatian lebih serius. Kunjungan Mendagri secara langsung ke lapangan diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai kondisi masyarakat dan infrastruktur di wilayah perbatasan.
Achmad menilai, persoalan akses jalan menjadi salah satu hal yang perlu segera mendapat perhatian. Ia berharap kedatangan Mendagri bersama jajaran terkait dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pembangunan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat perbatasan.
“Kita berharap dengan turunnya Mendagri dan timnya ini, perbatasan itu akan segera teratasi, terutama tentang jalannya,” ujarnya.
Selain persoalan infrastruktur, Achmad juga berencana menyampaikan sejumlah gagasan terkait penguatan otonomi dan pembangunan Kaltara kepada Mendagri.
Ia mengatakan, pembahasan tersebut akan dilakukan lebih lanjut selama Mendagri masih berada di Kaltara. Salah satu hal yang ingin disampaikan berkaitan dengan posisi strategis Kaltara serta kelengkapan sejumlah institusi pemerintahan dan penegak hukum di tingkat wilayah.
“Kita akan bicara tentang otonomi. Saya sudah menyiapkan konsep-konsepnya untuk malam ini, akan membicarakan langsung tentang keadaan ekonomi kita,” katanya.
Achmad berharap kesempatan tersebut dapat menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk kembali menyampaikan berbagai aspirasi Kaltara secara langsung kepada pemerintah pusat. Menurutnya, berbagai usulan sebenarnya telah disampaikan sebelumnya. Namun, dengan kedatangan langsung Mendagri ke wilayah perbatasan, ia berharap persoalan tersebut dapat dilihat dari kondisi nyata di lapangan.
“Kita sudah sampaikan dulu-dulu juga, tapi belum didengar. Mungkin kali ini kita sampaikan lagi supaya didengar,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







