Sambut Kunjungan Mendagri, Wagub Kaltara Minta Perhatian Pembangunan Akses Jalan di Perbatasan

benuanta.co.id, BULUNGAN – Kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, ke wilayah perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) diharapkan membawa perhatian lebih besar terhadap persoalan akses masyarakat. Mendagri tiba di Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor, Selasa (6/10/2026), dan disambut langsung Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang, bersama Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala.

Dalam kunjungan tersebut, Tito dijadwalkan menyambangi Pemerintah Kabupaten Malinau dan meninjau wilayah perbatasan di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan.

Baca Juga :  Mendagri Turun ke Perbatasan, DPRD Kaltara Harapkan Persoalan Infrastruktur Segera Teratasi

Saat dikonfirmasi Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala, mengapresiasi kunjungan tersebut. Ia berharap Mendagri dapat melihat secara langsung kondisi masyarakat di kawasan perbatasan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

“Kita tentu apresiasi dan bangga kalau kunjungan beliau ke perbatasan. Mudah-mudahan dengan kunjungan ini beliau bisa melihat langsung kondisi masyarakat,” ujar Ingkong.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Sebut UHC Kaltara Tidak Melihat Desil

Menurutnya, persoalan akses menjadi salah satu tantangan utama yang masih dihadapi masyarakat perbatasan. Sejumlah wilayah hanya dapat dijangkau menggunakan transportasi udara. Kondisi itu semakin menjadi persoalan karena penerbangan menuju kawasan perbatasan masih terbatas, baik dari sisi kapasitas maupun frekuensi. Biaya perjalanan juga relatif tinggi.

“Tidak ada akses lain untuk menjangkau daerah perbatasan selain pesawat. Biayanya juga cukup besar,” katanya.

Baca Juga :  Ingkong Ala Minta Tiga Lembaga Pengelola SDA Segera Petakan Masalah Air di Kaltara

Karena itu, Ingkong berharap pembangunan infrastruktur dasar, terutama jalan dan jembatan, dapat menjadi perhatian pemerintah. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk membuka konektivitas kawasan perbatasan dengan wilayah lainnya.

Ia juga berharap kunjungan Mendagri dapat menjadi momentum untuk memperkuat perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan.

“Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan itu paling penting,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *