BI Kaltara Dorong Penguatan UMKM lewat Road to Khasafa di Bulan Ramadan

benuanta.co.id, TARAKAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mulai menggulirkan sejumlah rangkaian kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang bertepatan dengan momentum Ramadan melalui program Kaltara Sharia Festival (Khasafa) 2026 yang digelar di Food Court Gita Jalatama Tarakan.

Kepala KPwBI Provinsi Kaltara menyampaikan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya melalui pembinaan dan percepatan sertifikasi halal.

“Beberapa rangkaian kegiatan yang kita mulai hari ini bertepatan dengan bulan Ramadan. Kita sebut bahasa Inggrisnya Road to Khasafa. Banyak kegiatan yang akan kita hadirkan mulai dari Festival Ramadan, Bazaar Ramadan, kemudian pelatihan dan sertifikasi halal, pelatihan UMKM dan berbagai kegiatan lainnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut sekaligus menjawab harapan Pemerintah Kota Tarakan agar pembinaan UMKM dilakukan secara terarah dan berkelanjutan, terutama dalam mendukung produk UMKM memperoleh sertifikasi halal.

Baca Juga :  12 RKB di SMKN 4 Tarakan Jadi Prioritas pada 2027

Menurutnya, Bank Indonesia selama ini telah membantu pelaku UMKM melalui pelatihan hingga fasilitasi sertifikasi halal. Namun keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi lintas pemangku kepentingan.

“Nanti saya akan coba sampaikan juga ke Pak Wali Kota bahwa Bank Indonesia sudah membantu UMKM kita untuk dilatih sekaligus mendapatkan sertifikasi halal. Tapi memang kita perlu sinergi semua stakeholder sehingga masing-masing tahu perannya apa,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antarinstansi penting agar terdapat pemetaan yang jelas terkait jumlah UMKM yang berhasil mendapatkan sertifikasi halal pada setiap periode.

“Minimal kita punya data setiap periode berapa banyak UMKM yang berhasil lolos mendapatkan sertifikasi halal. Jadi masing-masing instansi bisa berperan, ada yang di pelatihannya, ada yang di sertifikasinya, atau aspek lainnya,” jelasnya.

Meski jumlah UMKM di Kaltara dinilai relatif besar, pihaknya menekankan keberhasilan program tidak semata dilihat dari jumlah, melainkan efektivitas kolaborasi antar pihak, termasuk sektor perbankan.

Baca Juga :  Diskon Tiket PELNI Lebaran 2026 Berlaku 11 Maret–5 April

“Kalau semua pihak bergerak, misalnya perbankan punya program pelatihan, ada juga yang punya anggaran sertifikasi tapi pelatihannya tidak ada, nah ini yang perlu kita kolaborasikan. Kita perlu duduk bersama untuk memetakan siapa berperan di mana,” tambahnya.

Sinergi tersebut nantinya akan diperkuat bersama pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kota Tarakan, agar data dan capaian pemberdayaan UMKM dapat terintegrasi dengan baik.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Baznas Tarakan, H. Syamsi Sarman, mengungkapkan keterlibatan Baznas dalam kegiatan ini menjadi pengalaman pertama setelah mendapat kepercayaan dari Bank Indonesia untuk berkolaborasi dalam program Khasafa.

“Ini memang Baznas baru kali ini diberi kepercayaan oleh BI untuk menggandeng Khasafa. Kebetulan kami mengajukan proposal Festival Ramadan Baznas, kemudian disinergikan dan masuk dalam Khasafa, sehingga Festival Baznas juga tetap berjalan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, rangkaian Khasafa akan berlangsung hingga April mendatang. Pada tahap awal, kegiatan difokuskan pada proses seleksi lomba yang melibatkan pelajar dari tingkat SD hingga SMA.

Baca Juga :  Disdikbud Kaltara Klaim PT KAI Tak Abaikan Tenaga Lokal, Rutin School Hiring Sejak 2024

“Ada lomba dari sekolah-sekolah SD sampai SMA. Diambil lima pemenang atau lima nominator, yang nanti finalnya dilaksanakan pada Khasafa bulan April. Hadiah utamanya diberikan di bulan April, sementara sekarang hanya bingkisan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan Festival Ramadan, Baznas Tarakan juga memfasilitasi puluhan pelaku UMKM lokal untuk berpartisipasi.

“Tercatat ada 36 UMKM yang menempati 25 tenda. Satu tenda ada yang diisi dua UMKM. Saat ini masih banyak yang mengantre dan kami sedang mengupayakan penambahan tenda,” katanya.

Menurutnya, dukungan dari Bank Indonesia terhadap penambahan fasilitas tersebut juga terbuka. “Dari BI tidak ada masalah, siap di-backup. Kalau maksimal kemungkinan bisa sampai 30 tenda,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *