benuanta.co.id, TARAKAN – Program Sekola Menengah Kejuruan (SMK) Go Global yang diusung pemerintah pusat mulai membuka peluang baru bagi generasi muda Kalimantan Utara (Kaltara) untuk masuk ke pasar kerja internasional secara legal dan terlindungi.
Di tengah keterbatasan lapangan kerja di daerah, program ini dinilai menjadi jalur alternatif bagi lulusan SMA dan SMK untuk memperoleh masa depan yang lebih pasti. Banyak keluarga di Kaltara selama ini menghadapi kebingungan setelah anak mereka lulus sekolah.
Minimnya lowongan kerja membuat sebagian lulusan hanya bertahan di pekerjaan informal. Kehadiran SMK Go Global diharapkan dapat mengubah kondisi tersebut karena anak-anak sudah dipersiapkan sejak bangku sekolah untuk memenuhi standar kerja luar negeri.
Program ini menargetkan 500 ribu lulusan untuk disiapkan masuk ke negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, Turki hingga Eropa. Para peserta akan dibekali pelatihan bahasa, keterampilan teknis, dan sertifikasi profesi sesuai kebutuhan negara penempatan.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari langkah cepat pemerintah dalam menyiapkan SDM unggul.
“Program ini dirancang untuk menyiapkan 500 ribu pekerja migran yang terampil, berdaya saing global, dan terlindungi. Karena itu, penguatan kompetensi harus dimulai sejak bangku sekolah,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini juga menekankan pemahaman migrasi aman agar anak-anak tidak lagi berangkat melalui jalur ilegal.
“Program SMK Go Global kami arahkan untuk membekali generasi muda dengan kompetensi, pemahaman migrasi aman, serta kesiapan memasuki bursa kerja global melalui jalur yang prosedural dan terlindungi,” katanya.
Di Kaltara, peluang ini dianggap sangat strategis mengingat setiap tahun ribuan lulusan SMA dan SMK mencari pekerjaan. Kepala BP3MI Kaltara, Kombes Pol. Andi M. Ichsan, menyebut program ini bisa menjadi solusi untuk mengurangi pengangguran di daerah.
Menurutnya, anak-anak Kaltara tidak hanya diarahkan ke Malaysia, tetapi juga ke Jepang, Korea, hingga Eropa. “Yang kita mau, setelah lulus SMA atau SMK, mereka punya tujuan yang jelas, bukan bingung mau ke mana,” tuturnya.
Dengan pilot project yang dimulai akhir 2025, SMK Go Global diharapkan menjadi pintu masuk generasi muda Kaltara menuju dunia kerja global sekaligus memperkuat ekonomi keluarga mereka. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Yogi Wibawa







