benuanta.co.id, TARAKAN – Upaya memperkuat keandalan listrik menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) terus dilakukan PLN. Salah satu langkah penting adalah tuntasnya pembangunan transmisi dan gardu induk (GI) yang dikerjakan PLN UIPKBT, sehingga pasokan energi di Kalimantan Utara memiliki penyangga tambahan saat beban puncak meningkat.
General Manager PLN UIPKBT, Basuki Widodo menyampaikan bahwa keberadaan jaringan baru ini memberikan dampak langsung terhadap stabilitas sistem. Ia menilai beban kelistrikan pada masa Nataru membutuhkan infrastruktur yang andal agar distribusi listrik tidak mengalami gangguan.
“Adanya transmisi ini sebelum Nataru otomatis sangat membantu teman-teman PTGB dan teman-teman UD terkait dengan keandalan sistemnya,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, pembangunan transmisi merupakan tanggung jawab yang ditangani PLN UIPKBT sejak beberapa tahun terakhir. Sementara kesiapan infrastruktur operasional secara menyeluruh menjadi ranah unit distribusi (UD) dan pembangkitan (PTGB).
“Terkait kesiapan infrastruktur mungkin lebih dikomunikasikan dengan teman-teman UD dan PTGB. Kami ini sebetulnya hanya membangun untuk transmisi dan GI-nya,” jelasnya.
Basuki menuturkan, pengerjaan transmisi dilakukan melalui mekanisme kontrak APLN dan masih berjalan. Meski dalam status kontraktual, komitmen pendanaan telah dipastikan sejak awal program.
Dua jalur transmisi yang tengah dikerjakan itu menyerap anggaran sekitar Rp600 miliar, yang mulai ditetapkan sejak 2019. Angka tersebut menjadikan proyek ini salah satu investasi besar dalam memperkuat sistem kelistrikan wilayah Kaltara.
“Untuk dua jalur ini sekitar 600.000.000.000. Berarti hampir Rp1 triliun ya dengan talisannya. Sejak 2019,” sebutnya.
PLN berharap penguatan jaringan ini mampu menurunkan potensi gangguan serta menjaga kontinuitas suplai energi selama periode Nataru, di mana kebutuhan listrik masyarakat cenderung meningkat. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Yogi Wibawa







