benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengakui kondisi pengelolaan Pelabuhan Tengkayu I Tarakan masih jauh dari optimal. Sarana dan prasarana disebut masih kurang dan belum memadai, begitu juga dengan sumber daya manusia (SDM) yang minim secara kuantitas maupun kualitas sehingga berdampak langsung pada pelayanan dan pengawasan.
Kepala Dishub Kaltara, H. Idham Chalid, menjelaskan, pihaknya telah beberapa kali melakukan koordinasi dan evaluasi bersama pengelola pelabuhan yakni Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelabuhan Tengkayu I. Pada pertemuan tersebut bahkan turut melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk memastikan pembenahan bisa berjalan lebih cepat dan terstruktur.
“Memang pengelolaan Pelabuhan Tengkayu I masih belum optimal. Sarana prasarana masih kurang dan SDM, baik kuantitas maupun kualitasnya, masih minim, terutama dalam pelayanan dan pengawasan,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Pada Selasa (17/11/2025), dirinya turun langsung memimpin rapat di lokasi pelabuhan. Ia melakukan pembinaan dan memberikan arahan kepada seluruh pejabat dan staf UPTD Tengkayu I.
“Saya sendiri yang memimpin rapat di tempat untuk melakukan pembinaan dan memerintahkan agar pembenahan segera dilakukan,” katanya.
Ia menyampaikan, tindakan jangka pendek mulai dijalankan dalam waktu dekat oleh Dishub melalui pengelola pelabuhan. Salah satunya adalah pergeseran beberapa personel di lapangan ke area sentral. Petugas kebersihan ditempatkan untuk standby di toilet serta area dermaga, sedangkan petugas parkir difokuskan pada zona drop zone agar arus masuk kendaraan lebih tertib.
Selain itu, pengelola pelabuhan telah berkoordinasi dengan Kesatuan Pelaksanaan Keselamatan Pelabuhan (KSKP), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Polisi Militer Angkatan Laut (Pom AL) untuk mendukung penerapan larangan bagi ojek maupun kendaraan rental yang selama ini sering turun langsung di tangga dermaga ketika speedboat maupun penumpang tiba.
Evaluasi juga dipastikan akan terus dilakukan terhadap pengelola pelabuhan maupun petugas lapangan. “Kepada pengelola tentu akan ada evaluasi, termasuk hingga petugas di lapangan,” tegasnya.
Untuk langkah jangka pendek lainnya, pihaknya mulai meningkatkan kebersihan toilet di dermaga keberangkatan dan kedatangan. Petugas kini diwajibkan standby selama jam operasional agar fasilitas tetap layak bagi penumpang.
Penataan pedagang di dermaga juga dilakukan dengan memindahkan aktivitas mereka ke area selasar. Dalam beberapa hari ke depan, penataan parkir akan ditingkatkan melalui penerapan tarif progresif.
Sementara itu, untuk jangka panjang, Dishub Kaltara telah menyiapkan rencana pembangunan terminal pelabuhan apabila anggaran tersedia. Terminal tersebut akan tersambung langsung hingga dermaga keberangkatan dan kedatangan, sehingga area dermaga dapat menjadi zona steril yang hanya diperuntukkan bagi penumpang dan petugas.
Harapannya, penataan tersebut mampu meningkatkan kenyamanan dan keamanan di pelabuhan. Dirinya menegaskan bahwa pembenahan tidak bisa berjalan tanpa dukungan banyak pihak.
“Kami berharap dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkan pelabuhan yang aman, nyaman, dan tertib. Dalam beberapa minggu ke depan, sudah mulai terlihat beberapa perubahan,” tutupnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Yogi Wibawa







