benuanta.co.id, BULUNGAN – Suasana berbeda terasa di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tanjung Selor, Senin pagi, (1/9/2025). Para siswa yang biasanya disibukkan dengan pelajaran, pagi itu tampak antusias menyambut tamu istimewa Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A Paliwang.
Kehadiran Gubernur Zainal disambut meriah oleh para guru dan pelajar. Mereka berkumpul dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG) yang resmi mulai digulirkan di sekolah tersebut.
Gubernur Zainal, tak hanya datang untuk meresmikan. Ia juga turun langsung ke kelas-kelas, menyapa siswa, dan menyerahkan nampan berisi makanan bergizi yang disiapkan pemerintah daerah.
“Kita bersyukur, hari ini program Makanan Bergizi Gratis dari Pemerintah kembali diluncurkan. Sebelumnya sudah berjalan di SMAN 1 Tarakan, dan hari ini kita mulai di SMAN 1 Tanjung Selor,” kata Zainal.
Program MBG yang digagas Pemerintah Provinsi Kaltara, kata Gubernur, telah mulai dijalankan dengan membentuk lima titik dapur layanan, atau yang disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bulungan. Namun, saat ini baru satu dapur yang aktif beroperasi, yakni yang berada di Jalan Mangga, Tanjung Selor.
“Silahkan teman-teman bisa datang dan melihat langsung proses di dapur MBG. Mulai dari pengolahan hingga makanan masuk ke nampan siswa,” ujarnya.
Menurut Zainal, pemerintah daerah juga berkomitmen agar bahan pangan dalam program ini bersumber dari petani lokal. Hal ini, kata dia, untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kaltara.
“Kita upayakan semua dari petani-petani lokal. Kita beli dari mereka. Kalau tidak cukup baru kita ambil dari luar,” tegasnya.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur tampak puas. Ia menyebut menu yang disajikan pagi itu tidak hanya lengkap, tetapi juga berasal dari hasil tani lokal. Ada lima jenis makanan yang disajikan dalam satu nampan, kata Zainal, memenuhi standar gizi.
“Menu tadi sangat-sangat bagus. Saya lihat sudah memenuhi standar gizi. Tapi tentu penilai utamanya adalah para ahli gizi,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa menu MBG akan berganti setiap hari. Ke depan, pemerintah berencana menambahkan protein dari laut dan tambak ke dalam sajian, mengingat potensi perikanan Kaltara yang sangat besar.
“Kita juga upayakan menu dengan ikan laut dan ikan tambak. Karena nilai gizinya tinggi, dan produksinya juga cukup banyak di Kaltara,” kata Zainal.
Dengan program MBG ini, Pemprov Kaltara berharap tak hanya meningkatkan kecukupan gizi pelajar, tapi juga memberdayakan ekonomi lokal. “Pendidikan dan kesehatan anak-anak kita harus ditopang dengan pangan yang baik,” tutupnya. (*)
Reporter: Ikke
Editor: Yogi Wibawa







