Juliet Kristianto Liu Dikenal Baik Hati dan Dermawan

benuanta.co.id, TARAKAN – Penangkapan Juliet Kristianto Liu di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, Jumat (25/7/2025), menyita banyak masyarakat di Kalimantan Utara. Beritanya cukup banyak diburu pembaca.

Tak banyak informasi yang beredar soal sosok Juliet Liu, istri mendiang Kristianto Kandi Saputro, pengusaha sukses di Kota Tarakan, Kalimantan Utara ini.

Hasil penelusuran awak media benuanta.co.id ke sejumlah pekerja dan mantan karyawan PT Pipit Mutiara Jaya (PMJ) di Tarakan, akhirnya mau berbagi cerita soal sosok yang membesarkan perusahaan yang bergerak dibidang tambang dan perkebunan sawit tersebut.

Mereka menilai perempuan yang akrab dipanggil “Mrs Lew” itu adalah sosok yang baik hati dan dermawan. Dikenal dekat dengan para pekerja dan masyarakat sekitar lokasi operasi perusahaannya.

Edy, salah satu mantan karyawan PT PMJ yang pernah ditugaskan di Siberuang, Bebatu, Sebakis, dan Tarakan, mengaku prihatin atas situasi yang menimpa mantan pimpinannya. Ia menyatakan dirinya keluar dari PT PMJ pada tahun 2010, namun sampai kini tetap mengenang Juliet dan mendiang suaminya, Kristianto, sebagai pribadi yang baik.

“Intinya almarhum Pak Kris dan Bu Juliet itu orangnya baik dan keluarganya juga baik semua. Tidak ada yang arogan dan selalu membantu masyarakat sekitar perusahaan mereka,” ungkapnya kepada benuanta.co.id, Selasa (29/7/2025).

Menurut Edy, selama ia bekerja di PMJ, hak-hak pekerja diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia juga menegaskan bahwa semua kegiatan operasional PMJ dilakukan dengan legalitas yang lengkap.

Baca Juga :  Buruan Daftar! Pemprov Kaltara Fasilitasi Mudik Lebaran Gratis 

“Setahu saya perizinan PMJ di mana pun berada semuanya legal. Pemerintah setempat pasti tahu itu. Kalau tidak ada izin, mana mungkin PMJ bisa beroperasi sebesar itu,” tambahnya.

Komentar serupa juga datang dari Emon, mantan karyawan yang mengaku pernah sering menemani Juliet saat kunjungan ke site Siberuang. “Nyonya Juliet orang baik, bahkan sangat baik. Saya ingat benar saat beliau turun langsung ke lapangan,” ujarnya.

Ia mengaku sudah lama tidak bekerja di PMJ, namun tidak pernah melupakan kebaikan Juliet dan keluarga besar pendiri PMJ. “Saya juga pernah ikut Pak Kris selama empat tahun. Beliau orang baik, sangat royal terhadap karyawan, dan keluarganya itu low profile serta sangat ramah,” tuturnya.

Ian, karyawan aktif PT PMJ juga memberikan kesaksian tentang sikap kepemimpinan Juliet Liu di perusahaan. Ia menilai, Juliet adalah sosok yang tidak membeda-bedakan karyawan dan memperlakukan semua dengan adil.

“Ibunya bagus sama pegawainya, tidak pernah membedakan kasta atau latar belakang. Bahkan dalam proses rekrutmen pun tidak memberatkan, dari segi usia atau persyaratan lain cukup fleksibel,” katanya.

Baca Juga :  Gorong-gorong Amblas, Jalan Poros Trans Kaltara di Sekatak Putus 

Saat ditanya kapan terakhir melihat Juliet di Tarakan, Ian mengaku tidak mengetahui pasti. Namun ia mengikuti kabar penangkapan Juliet melalui media. “Yang saya tahu, beliau dari Hongkong, kemudian mau ke Singapura, dan tiba-tiba sudah ditangkap oleh Interpol (di Bandara Soetta),” tukasnya.

Sementara itu, dari penelusuran benuanta.co.id melalui arsip website resmi Pipit Group tahun 2015, PT Pipit Mutiara Jaya (PMJ) didirikan oleh Kristianto Kandi Saputro dan Juliet Kristianto Liu pada tahun 1985. Artinya, perusahaan ini telah berusia sekitar 40 tahun pada 2025.

Awalnya, mereka memulai usaha dari bawah di kota asal mereka, Tarakan, Kalimantan, yang kala itu masih berupa kawasan kampung nelayan kecil. Dengan kerja keras dan semangat bertahan hidup, pasangan ini memulai bisnis dari komoditas rumah tangga hingga berkembang pesat menjadi grup perusahaan besar.

Dalam perjalanannya, PMJ menjadi pelopor dalam industri penebangan kayu di Kalimantan dan memperluas konsesinya ke tiga provinsi. Di akhir 1990-an, PMJ telah memiliki empat lokasi penebangan dan lebih dari 160 karyawan, menjadikannya eksportir kayu terbesar di wilayah tersebut.

“Perusahaan kami menciptakan banyak kota karena luasnya skala usaha, dan dikenal sebagai perusahaan dengan output generator listrik yang lebih besar dari konsumsi lokal,” tulis Pipit Group dalam profil di dalam website-nya.

Baca Juga :  Disdikbud Kaltara Klaim PT KAI Tak Abaikan Tenaga Lokal, Rutin School Hiring Sejak 2024

PMJ kemudian memperluas kegiatan ke sektor tambang, perikanan, logistik, dan perkebunan kelapa sawit. Lokasi tambak udang Siberuang dan Bebatu dibangun dengan total lahan 16.000 hektar. Perusahaan juga mendapatkan izin lokasi perkebunan sawit seluas 42.000 hektar. Salah satu anak perusahaannya, PT Nunukan Bara Sukses, memiliki kebun kelapa sawit seluas 14.000 hektar di Kabupaten Sebuku dan menjadi anggota Round Table Sustainable Palm Oil.

Di sektor logistik, PMJ memiliki J&Y Transshipment and Logistics Company, yang mengelola armada kapal dan tongkang untuk mengangkut hasil produksi mereka ke seluruh dunia. Sementara itu, Pipit Mutiara Indah (PMI), anak usaha lainnya, fokus pada industri kelapa sawit dan pelestarian lingkungan serta pengembangan masyarakat, seperti menyediakan bibit unggul dan menciptakan lapangan kerja.

Pipit Group menyatakan mereka tidak hanya berbisnis, tapi juga peduli pada masyarakat sekitar. “Kami ingin membantu masyarakat sekitar dengan menyumbangkan sebagian dari keuntungan untuk mendanai pelatihan dan program pemberdayaan masyarakat,” tulis mereka dalam website.

Sejak meninggalnya Kristianto dua tahun lalu, Juliet Liu memegang penuh kendali perusahaan. Ia terus membawa visi untuk menjadikan PMJ sebagai perusahaan multisektor terdepan yang tidak melupakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. (*)

Reporter: Eko Saputra

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *