Pesan Kapolda Kaltara Jelang Pergantian Tahun Baru  

benuanta.co.id, BULUNGAN – Menjelang penutupan tahun 2023, kepolisian meminta masyarakat untuk menerapkan beberapa hal agar kondisi wilayah tetap kondusif. Dalam operasi lilin yang dilakukan di wilayah hukum Polda Kaltara berjalan aman.

Pantauan Kapolda Kaltara, Irjen Pol Daniel Adityajaya di beberapa pos pengamanan dan pos pelayanan, didapati informasi jika masyarakat yang melaksanakan perjalanan kebanyakan melalui jalur sungai dan laut.

“Kami harapkan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan baik yang datang maupun yang keluar dari wilayah Bulungan,” ucap Irjen Pol Daniel Adityajaya.

Baca Juga :  Kaltara Berzakat, Gubernur Dorong Optimalisasi Penghimpunan Zakat ASN

Demi pelayanan kepada masyarakat, Kapolda Kaltara menjelaskan personel kepolisian yang diturunkan untuk pengamanan tahun baru sebanyak 362 orang.

“Imbauan kami ke masyarakat, silahkan nanti merayakan tahun baru dengan sukacita tapi harus memperhatikan dan tidak mengganggu masyarakat yang lain. Sehingga tidak terjadi kejadian yang mengganggu kamtibmas,” terangnya.

Karena dalam perayaan tahun baru, kebanyakan melakukan pembakaran kembang api. Hal inilah yang diminta petugas agar memperhatian ukurannya, Direktur Intelkam Polda Kaltara, Kombes Pol Sigit Ari Widodo mengatakan kembang api yang dibawah 2 inci tidak memerlukan izin, tapi diatas 2 inci harus berizin.

Baca Juga :  BI Kaltara Dorong Penguatan UMKM lewat Road to Khasafa di Bulan Ramadan

“Biasanya diatas ukuran 2 inci digunakan pada momen atau event kepariwisataan. Sekarang yang beredar ditempat kita semuanya 2 inci, kembang api boleh yang tidak boleh petasan,” tuturnya.

Dirinya meminta penggunaannya diperhatikan, jangan sampai mengarahkan kepada tubuh manusia tapi ke atas langit.

Hal yang sama disampaikan Kapolresta Bulungan, Kombes Pol Agus Nugraha untuk masyarakat Bulungan untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.

Baca Juga :  Ekspor Kaltara Turun 25 Persen pada Januari 2026, Surplus Perdagangan Menyusut

“Kami minta masyarakat jadi polisi bagi diri masing-masing dan saling menghormati,” ujarnya.

Terlebih menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024, masyarakat diminta menciptakan suasana pemilu yang aman, damai dan sejuk.

“Kami minta masyarakat bijak, ketika bermedia sosial tidak terpengaruh isu-isu atau berita bohong yang belum tentu benar,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *