Venezuela Tetapkan Darurat Nasional seusai Diguncang Gempa Besar

Moskow – Pemerintah Venezuela resmi menetapkan status darurat nasional menyusul guncangan gempa bumi kuat yang melanda negara tersebut, demikian Pelaksana Tugas (Plt.) Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez.

Sebelumnya pada Rabu, Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan bahwa dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 telah mengguncang Venezuela.

Pusat gempa terdeteksi berada 16 kilometer dari kota Moron dan 24 kilometer dari San Felipe.

“Kami menetapkan status darurat nasional, sebagaimana diatur dalam konstitusi kami,” kata Rodriguez dalam sebuah pidato video pada Rabu malam waktu setempat.

Baca Juga :  Trump Sebut PM Italia Meloni 'Tak akan Bisa Berteman Lagi' dengan AS

Ia menambahkan bahwa bandara utama Venezuela, Maiquetia, terpaksa ditutup total akibat mengalami kerusakan yang cukup parah.

“Sejumlah wilayah dilaporkan terdampak sangat parah. Di ibu kota Caracas, gedung-gedung runtuh di berbagai area. Negara bagian Miranda dan La Guaira juga mengalami kerusakan signifikan… termasuk juga wilayah Aragua, Carabobo, dan Falcon,” jelas Rodriguez.

Baca Juga :  Iran Tegaskan Dialog Iran-AS di Swiss Berlanjut meski Diancam Trump

Lebih lanjut, Rodriguez menyebutkan bahwa sedikitnya 20 gempa susulan telah tercatat pasca dua gempa utama tersebut.

“Saya ingin berterima kasih kepada pemerintah di seluruh dunia yang segera menghubungi Venezuela setelah gempa terjadi untuk menyampaikan rasa solidaritas dan dukungan mereka,” ungkap Rodriguez.

Menurutnya, sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Panama, Qatar, Kuba, Nikaragua, Turki, Yordania, Kolombia, Barbados, Inggris, Brasil, dan Meksiko langsung menyatakan kesiapan mereka untuk membantu Venezuela.

Baca Juga :  Trump Sebut PM Italia Meloni 'Tak akan Bisa Berteman Lagi' dengan AS

Selain itu, perwakilan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta lembaga keuangan internasional dilaporkan telah menghubungi pemerintah Venezuela untuk menawarkan bantuan dalam penanganan pascabencana.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA/Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *