TPA Juata Kerikil Belum Optimal

benuanta.co.id, TARAKAN – Meski Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Juata Kerikil Kota Tarakan telah diresmikan pada awal tahun 2024, hingga saat ini masih belum dapat dioptimalkan. Kondisi tersebut disebabkan jalan akses yang dinilai masih berisiko.

Diketahui saat ini fasilitas penunjangan TPA, mulai dari jembatan limbah, persediaan listrik, akses jalanan masih dalam tahan penyelesaian. Sementara itu untuk proses limbah sampah dilakukan terbatas yakni di daerah Juata saja.

Baca Juga :  Momen Iduladha, Aktivitas Keberangkatan Pelabuhan Tengkayu I Normal

Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan, Edhy pujianto, S.P M.P mengungkapkan TPA sudah berjalan. Hanya saja saat ini akses jalan harus melewati tambang Pertamina yang memiliki risiko tinggi.

“Limbah (sampah) ini seharusnya ada akses menuju lokasi agar tidak melewati jalanan tambang Pertamina. Harapan kita supaya fasilitas listrik, jembatan limbah dan kantor penjagaan bisa direalisasikan,” jelas Edhy Senin (10/6/2024).

Baca Juga :  Media Benuanta Kurban 1 Ekor Sapi ke Masjid An-Nahl, Dirut: Semoga Bermanfaat bagi Masyarakat

Sedangkan TPA Hake Babu, sampai saat ini masih digunakan sebagai tempat pembuangan akhir walaupun penampungan sudah melebihi kapasitas.

Saat ini volume sampah yang dihasilkan di Tarakan mencapai 156 ton per hari dengan kondisi normal. Oleh karena itu DLH mengimbau masyarakat agar dapat mengelola sampah di rumah, sekolah, dan pemukiman agar tidak meningkatkan volum sampah.

“Untungnya di Tarakan adanya beberapa depo Tempat Pembuangan Sampah Reduce Reuce recycle (TPS3R). Di Tarakan ada 16 TPS3R yang tersebar di beberapa kelurahan untuk mengelola sampah menjadi kompos, bahan pangan ternak dan bahan lainnya,” tutupnya.(*)

Baca Juga :  TIPD Kota Tarakan Bakal Lakukan Monev ke Pasar Pasca Iduladha 1445 H

Reporter: Rewinda Karinata

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1964 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *