232 PMI Bermasalah Dipulangkan dari Malaysia

benuanta.co.id, NUNUKAN – Ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah yang telah menjalani masa hukumannya di Malaysia dipulangkan ke tanah air pada Selasa, 28 Mei 2024, sore.

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Utara (Kaltara), Kombes Pol F Jaya Ginting menerangkan, pemulangan PMI bermasalah ini dilakukan secara bertahap.

“Totalnya ada 232 PMI, tapi dikirim menggunakan dua kapal Ferry, kloter pertama ada 32 orang kemudian yang kedua tadi ada 200 orang,” kata Ginting kepada benuanta.co.id.

Adapun ratusan PMI ini dari Depot Tahanan Imigresen Kota Kinabalu, Depot Tahanan Imigresen Papar,dan Depot Tahanan Imigresen Sandakan. Jalur deportasi bagi WNI/PMI tersebut adalah melalui Pelabuhan Ferry Tawau ke Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, Kalimantan Utara.

Baca Juga :  Kepala BP2MI Datangi "Jalur Tikus" PMI Ilegal di Sebatik, Ajak Kolaborasi Semua Pihak Lawan Sindikat 

Ginting menerangkan, 232 PMI yang dideportasi ini dengan rincian laki-laki dewasa 113 orang, perempuan dewasa 65 orang dan anak laki-laki 25 orang dan anak perempuan sebayak 29 orang.

“Untuk kasusnya, sebagai besar tersandung kasus di Malaysia yakni PMI ilegal atau tanpa dokumen keimigrasian, tinggal lebih lama atau over, tersandung kasus narkoba dan sejumlah kasus pidana lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, ratusan PMI ini berasal dari sejumlah Provinsi yang ada di Indonesia. Yakni dari Sulawesi Selatan sebanyak 91 orang, Sulawesi Tenggara sebanyak 19 orang, Sulawesi Utara sebanyak 2 orang, Kalimantan Utara sebanyak 25 orang, Kalimantan Barat sebanyak 1 orang, Nusa Tenggara Timur sebanyak 85 orang, Nusa Tenggara Barat 2 orang, Kepulauan Riau sebanyak 1 orang, Jawa tengah 1 orang, Sumatra Utara, Banten dan Lampung masing-masing 1 orang.

Baca Juga :  TNI-Polri Perkuat Sinergitas di Perbatasan Jelang Pilkada 2024

“Setelah tiba di sini, kita akan bawa ke Rusunawa Nunukan untuk dilakukan pendataan dan assessment sebelum kita pulangkan ke daerah asalnya,” jelasnya.

Sementara itu, Balai Karantina Kesehatan Pelabuhan, Dr. Bahrullah mengatakan, setibanya di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan pihaknya langsung melakukan pemeriksaan terhadap para PMI yang sakit.

“Ada tiga 3 orang yang sakit dibawah menggunakan kursi roda dan beberapa diantaranya juga banyak yang mengeluhkan sakit gatal,” kata Bahrullah.

Baca Juga :  Kantor Pertanahan Nunukan Terbitkan 3 Sertifikat Tanah Elektronik

Setelah dilakukan pemeriksaan, Bahrullah mengatakan jika para PMI yang mengeluhkan sakit diberikan obat.

“Kita juga akan melakukan pemeriksaan intensif selama mereka nanti di Rusunawa,” tukasnya.(*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli 

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1926 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *