Kepala Toko Tega Gelapkan Uang Rp 68 Juta

benuanta.co.id, TARAKAN – Pria berinisial IS (26) tega menggelapkan uang hasil penjualan di salah satu toko pasar modern yang ada di Tarakan. Tak tanggung-tanggung, total penggelapan yang ia lakukan mencapai Rp 68 juta.

Awalnya, kejadian ini terjadi pada 2 Maret 2024, saat itu ia menggunakan uang sales yang harusnya disetorkan sejumlah Rp 32 juta. Lalu, pada 5 Maret 2024, terdapat uang sales Rp 40 juta dan IS mengambil kembali uang sales sebesar Rp 20 juta. Tak berhenti sampai disitu, ia beraksi kembali menggunakan uang secara sepihak pada 10 Maret 2024 sebesar Rp 13 juta.

“Pada 5 Maret itu pelapor mendapatkan informasi dari tim toko juga bahwa ada selisih setoran. Lalu pelapor lapor ke Satreskrim untuk kami lakukan penyelidikan,” jelas Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona melalui Kasat Reskrim, AKP Randhya Sakthika Putra, Jumat (5/4/2024).

Baca Juga :  TNI AD Gagalkan Penyelundupan Ratusan Kaleng Miras Huster di Sei Menggaris

Ia melanjutkan, sebelumnya pihak toko sempat melakukan audit dan sudah curiga terhadap IS. Setelah dilaporkan ke Satreskrim, IS dipanggil sebagai saksi dan wajib lapor hingga akhirnya ia ditetapkan sebagai tersangka penggelapan.

Perwira balok tiga itu mengungkapkan, pihaknya juga menemukan adanya penggunaan uang untuk membayar BPKB motor Rp 2,5 juta. Lalu top up Alo Bank sebesar Rp 900 ribu claim belanja toko sebesar Rp 1,5 juta. Terakhir ia menggunakan uang yang toko secara sepihak Rp 10 juta.

“Sehingga saat ditotal uang yang digunakan tersangka Rp 68 juta,” ungkapnya.

Baca Juga :  Polisi akan Periksa Dokter yang Tangani Korban Kasus Penganiayaan

Randhya menyebut, saat diinterogasi, IS mengaku mengambil uang tersebut secara bertahap secara tunai dan top up ke rekening pribadinya. Dari total dana yang ia gelapkan Rp 68 juta tersisa Rp 4.9 juta di rekening pribadi IS.

“Pelaku mengaku uangnya dipakai untuk membayar hutang, membayar BPKB motor, dan top up di rekening Alo Bank,” sebutnya.

Diketahui, IS sudah bekerja selama 2 tahun di toko pasar modern tersebut. Ia menduduki posisi sebagai kepala toko yang memudahkan aksesnya dalam melakukan penggelapan.

“Saya mengambilnya sebelum serah terima hasil uang penjualan. Itu harus serah terima. Saya mengambil omzet, harusnya omzet dibayarkan ke perusahaan tapi saya tidak lakukan. Saya mengambilnya bertahap,” singkat IS saat ditanyai pewarta.

Baca Juga :  Penyebar Video Pencabulan Anak di Bawah Umur Bisa Dijerat UU ITE

Atas kejadian ini, IS disangkakan Pasal 374 KUHP dengan ancaman penjara selama 5 tahun. (*)

Polisi turut mengamankan barang bukti dari penggelapan IS, diantaranya:

– 1 lembar salinan surat mutasi

– 1 lembar salinan surat keterangan

– 3 lembar perhitungan internal toko pasar modern

– 1 lembar print out slip penjualan

– 3 bundel print out slip penjualan

– 1 buah buku serah terima shift

Reporter: Endah Agustina

Editor: Nicky Saputra 

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2963 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *