Kenaikan Kuota Pupuk Bersubsidi Disambut Antusias Petani Kaltara

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Kenaikan kuota pupuk bersubsidi hingga 114 persen di Provinsi Kalimantan Utara disambut antusias oleh para petani. Darno, petani di Bulungan, mengaku sangat senang soal kabar kenaikan kuota pupuk bersubsidi. Menurutnya dengan adanya kenaikan jatah kuota pupuk, hal ini dapat sedikit menyelesaikan persoalan kelangkaan pupuk pertanian yang dialami oleh para petani selama ini.

“Karena selama ini permasalahan utama kita saat bertani yakni sulitnya mendapatkan pupuk baik yang bersubsidi ataupun non-subsidi. Makanya kita sangat berharap kabar adanya kenaikan kouta pupuk bersubsidi ini dapat membantu petani dalam hal ketersediaan pupuk,” ungkap Darno pada Senin, 1 April 2024.

Selain itu, petani lainnya Soib (43) berharap adanya kenaikan kuota pupuk bersubsidi ini nantinya dapat teralokasikan dengan tepat sasaran dan lebih mengutamakan petani tulen dalam setiap pembagiannya.

Pasalnya, selama beberapa bulan terakhir, Soib mengaku kerap kali mengalami kesulitan saat hendak membeli pupuk bersubsidi ataupun yang non subsidi yang disebabkan oleh terbatasnya jumlah pupuk di pasaran.

Baca Juga :  DPKP Kaltara Dorong Lahan Kurang Produktif Ditanam Jagung

“Kalau petani sulit mendapatkan pupuk maka kita juga akan sulit sekali bertani khususnya bertani padi. Makanya kebanyakan petani padi saat ini beralih menjadi petani jagung karena prinsipnya yang sulit ditanam dan dirawat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DPKP Kaltara, Heri Rudiyono, MSi mengaku sangat antusias dengan adanya tambahan kuota pupuk bersubsidi yang sangat signifikan.

“Tambahan kuota pupuk ini merupakan jawaban dari harapan dan doa-doa petani di Kalimatan Utara. Kami sangat berterimakasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas tambahan alokasi pupuk bersubsidi ini,” ucap Kepala DPKP Kaltara yang akrab disapa Heri.

Baca Juga :  DPKP Kaltara Dorong Lahan Kurang Produktif Ditanam Jagung

Dalam alokasinya nanti pihaknya pun menegaskan akan membaginya secara merata sesuai dengan kouta pupuk yang teralokasinya di setiap daerah.

“Kita akan menjatah setiap daerah sesuai dengan alokasi kuota pupuknya dan kita sangat berharap hal ini akan menjadi salah satu penyelesaian permasalahan ketersediaan pupuk untuk petani,” pungkasnya.(*)

Reporter: Osarade

Editor: Ramli 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *