Kenaikan Harga Telur di Kaltara Disebabkan Stok dan Momen Ramadan

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Harga telur di pasar tradisional di Kabupaten Bulungan mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Bahkan dari pantauan benuanta.co.id di lapangan, harga telur per piringnya bisa menyentuh harga Rp 70 ribu.

Padahal sebelumnya harga telur di pasaran hanya sekitar Rp 45 ribu dan Rp 50 ribu per piringnya.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1990 votes

Menurut Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Hasriyani, kenaikan harga telur yang terjadi saat ini disebabkan oleh beberapa faktor.

Baca Juga :  DPKP Kaltara Dorong Lahan Kurang Produktif Ditanam Jagung

Selain karena momentum bulan Ramadan, tingginya kebutuhan telur dibandingkan dengan ketersediaan telur membuat lonjakan harga telur terjadi di sejumlah daerah yang ada di Kaltara.

“Jadi bukan hanya di wilayah Kaltara saja kenaikan harga telur ini terjadi. Tapi hampir di semua daerah di Indonesia termasuk daerah yang menjadi pemasok telur,” kata Hasriyani pada Sabtu, 30 Maret 2024.

Baca Juga :  DPKP Kaltara Dorong Lahan Kurang Produktif Ditanam Jagung

Selain itu, tingginya ongkos transportasi juga dianggap Hasriyani menjadi penyebab lainnya dari kenaikan harga telur di Kaltara.

“Karena untuk telur kita masih mengandalkan pasokan dari Daerah lain, sedangkan transportasi ke Kaltara cukup jauh dan memakan biaya dan hal ini kita dapatkan langsung dari para agen pemasok telur Kaltara yang mengeluhkan hal ini,” ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan(DPKP) Kaltara, Heri Rudiono.

Dari pantauannya terhadap kondisi pangan Kaltara, Heri mengungkapkan tingginya biaya ongkos transportasi pengiriman barang ke Kaltara menjadi salah satu penyebab dari naiknya beberapa harga Sembako di Kaltara.

Baca Juga :  DPKP Kaltara Dorong Lahan Kurang Produktif Ditanam Jagung

“Baik para agen pemasok Sembako dan peternak semuanya mengeluhkan hal yang sama sehingga mereka juga tidak punya pilihan lain selain menaikan harga,” ungkapnya lagi.

“Oleg karena itu, bersama DPKP, Disperindagkop dan Dishub Kaltara kita memikirkan beberapa cara agar konektivitas harga Sembako dapat ditekan agar tidak naik terlalu tinggi,” pungkasnya.(*)

Reporter: Osarade

Editor: Ramli 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *