Pendampingan Psikologis Remaja Dioptimalkan

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pendampingan psikologis anak usia remaja menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Mulai dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan juga lingkungan masyarakat sekitar remaja tinggal.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Kalimantan Utara, Imransyah mengungkapkan, program konseling untuk remaja penting untuk dijalankan secara masif.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1906 votes

Program ini tidak hanya dilaksanakan DP3AP2KB Kaltara semata, melainkan melibatkan sejumlah stakeholder terkait. Mulai dari Puskesmas, satuan pendidikan dan lembaga di tingkat masyarakat desa.

Baca Juga :  DP3AP2KB Masifkan Cegah Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

“Remaja merupakan kelompok berisiko mengalami masalah kesehatan reproduksi dan kesehatan mental, sekaligus kelompok yang penting dan berpengaruh dalam mengimplementasikan upaya kesehatan remaja,” katanya Kamis, (28/3/2024).

DP3AP2KB Kaltara bersama stakeholder terkait berupaya menekan angka kehamilan remaja, pernikahan dini, dan berbagai kasus terkait lainnya, seperti remaja yang mengalami pubertas sulit untuk mendapatkan akses informasi akurat.

Baca Juga :  Komitmen Bersama Turunkan Stunting

“Ketidaksiapan remaja menghadapi perubahan fisik, emosional, dan perilaku meningkatkan risiko remaja mengalami masalah kesehatan reproduksi dan kesehatan mental. Oleh sebab itu, penting program konseling berjalan aktif,” ujarnya.

Dia mewanti-wanti agar remaja tidak minim pengetahuan kesehatan reproduksi. Kondisi tersebut bisa menyebabkan remaja rentan terkena PMS, HIV, kekerasan seksual, serta kehamilan remaja yang tidak diinginkan.

“Sudah ada UU No. 17/2023 tentang Kesehatan yang mengamanatkan kesehatan reproduksi dan kesehatan mental remaja sebagai salah satu bentuk upaya kesehatan remaja. Program Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) yang telah berjalan sejak tahun 2003. diharapkan dapat lebih dimanfaatkan oleh remaja untuk mendapatkan informasi bahkan berpartisipasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Tindak Lanjut Pakta Integritas Penguatan Pemenuhan Layanan Anak

Imransyah menjelaskan, remaja perlu dilibatkan secara aktif dan menyeluruh, bukan hanya berperan sebagai penerima manfaat, melainkan dapat menjadi subjek yang dapat berpartisipasi aktif dalam upaya kesehatan remaja.(adv)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *