Disnakertrans Kaltara: Pembayaran THR Paling Lambat H-7 Idulfitri

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menekankan kepada seluruh perusahaan di Kaltara untuk bayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) selambat-lambatnya H-7 sebelum Hari Raya Idulfitri.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja, Disnkertrans Kaltara, Muhammad Sarwana, bahwa mekanisme pembayaran THR ia serahkan kepada masing-masing  perusahaan berdasarkan Surat Edaran (SE) Gubernur Kaltara Nomor : 100.3.4.1/0971/DTKT/GUB tentang pelaksanaan pemberian THR tahun 2024 oleh perusahaan kepada karyawan atau buruh.

“SE Gubernur Kaltara tersebut merupakan turunan dari Permenaker Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR yang wajib dibayarkan oleh perusahaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN),” jelasnya, Kamis (28/3/2024).

Baca Juga :  Lanjutkan Pembangunan Motivasi Terbesar Gubernur Zainal Kembali ke Pilgub 

Selain itu, Disnakertrans Kaltara telah memberikan imbauan berupa SE dengan Nomor : 560/269/DTKT-NAKER kepada setiap Kepada Daerah di lima Kabupaten/Kota untuk melaksanakan instruksi dari Gubernur mengenai pembayaran THR tersebut.

Dalam hal ini, ia juga menegaskan bahwa pembayaran THR kepada karyawan atau buruh harus dibayarkan secara total, tidak boleh dicicil.

Berdasarkan data dari aplikasi Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP) Online jumlah perusahaan yang tersebar di Provinsi Kaltara secara total sebanyak 5.685 perusahaan.

Baca Juga :  Perekaman e-KTP di Kaltara 98,68 Persen

“Tugas kami disini memastikan agar perusahaan mambayarkan kewajibannya. Oleh karena itu kami setiap tahunnya akan mendirikan posko pengaduan THR di masing-masing Kabupaten/Kota,” tegasnya.

Menurutnya, ini akan menjadi salah satu atensi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) jelang Hari Raya Idulfitri 1445 hijriah. Pemberian THR merupakan salah satu kewajiban perusahaan dalam pemenuhan hak bagi pekerjannya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *