Dorong Peningkatan Kunjungan Balita ke Posyandu

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Peningkatan persentase kunjungan Balita ke Posyandu menjadi bagian kesepakatan yang didapat dalam Rembuk Stunting 2024 di Provinsi Kalimantan Utara. Demikian disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada DP3AP2KB Provinsi Kalimantan Utara, Deddy Prasetya Noor.

Dia menjelaskan, peningkatan kunjungan balita ke Posyandu menargetkan cakupan data e-PPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Pertumbuhan dan Perkembangan) minimal 90 persen pada tahun 2024.

“Kesepakatan ini merupakan salah satu langkah dalam upaya penanggulangan stunting di Kaltara pada tahun ini,” jelasnya. Selasa (2/7/2024).

Baca Juga :  Dorong Kabupaten Kota untuk Tambah DRPPA

Peningkatan kunjungan Balita ke Posyandu menjadi kunci utama dalam pengumpulan data yang akurat dan terkini mengenai pertumbuhan dan perkembangan balita. Data ini sangatlah penting untuk memantau status gizi balita, mengidentifikasi balita dengan risiko stunting, dan merumuskan intervensi yang tepat sasaran.

“Ini menunjukkan komitmen kuat dari seluruh stakeholder di Kalimantan Utara untuk bersinergi dalam memerangi stunting. Stakeholder yang terlibat dalam kesepakatan ini termasuk pemerintah daerah, BKKBN, organisasi kemasyarakatan, dan sektor swasta,” paparnya.

Baca Juga :  Dorong Kabupaten Kota untuk Tambah DRPPA

Berbagai upaya akan dilakukan untuk mencapai target tersebut. Mulai dari meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya posyandu dan manfaatnya bagi kesehatan dan tumbuh kembang balita; memperkuat peran kader posyandu dalam memberikan pelayanan dan edukasi kepada ibu-ibu balita;

Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan posyandu di seluruh wilayah kalimantan utara; dan memanfaatkan teknologi informasi untuk memudahkan pendataan dan pemantauan status gizi balita.

“Dengan sinergi dan komitmen dari semua pihak, diharapkan target peningkatan kunjungan balita ke Posyandu dan cakupan data e-PPGBM 90 persen dapat tercapai. Hal ini akan menjadi landasan yang kuat untuk merumuskan kebijakan dan program yang efektif dalam penanggulangan stunting di Kalimantan Utara,” pungkasnya.(adv)

Baca Juga :  Dorong Kabupaten Kota untuk Tambah DRPPA

Reporter: Ike Julianti

Editor: Ramli 

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2635 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *