Dishub Kaltara Lakukan Ramp Check 55 Armada di Pelabuhan Tengkayu I

benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kaltara melakukan pengecekan kelaikan (ramp check) armada speedboat di Pelabuhan Tengkayu I Kota Tarakan pada Rabu, 27 Maret 2024.

Sebanyak 55 armada yang bersandar di Pelabuhan Tengkayu I di ramp check oleh tim gabungan yang terdiri dari, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Wilayah XVII Kaltim-Kaltara, Satpolair Polres Tarakan, Satpol PP, Dishub kabupaten/kota dan pihak asuransi.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2018 votes

Kepala Bidang Pelayaran Dishub Provinsi Kaltara, H. Idham Chalid mengatakan, pihaknya melakukan inspeksi terhadap trayek Tarakan – Malinau, Tarakan – KTT, Tarakan – Sungai Nyamuk, Tarakan – Bunyu dan Tarakan – Tanah Kuning. Adapun pengecekan kelaikan armada fokus terhadap sarana keamanan dan keselamatan pelayaran.

Baca Juga :  DPMD Kaltara Gelar Lomba Teknologi Tepat Guna dan Posyantek Berprestasi

“Mulai dari alat navigasi, komunikasi, apar (alat pemadam api ringan), dan life jacket. Intinya semuanya yang berkaitan dengan keamanan dan keselamatan pelayaran,” katanya saat ditemui, Rabu (27/3/2024).

Ia melanjutkan, terdapat beberapa speedboat yang tidak memenuhi sebagian sarana keamanan dan keselamatan pelayaran. Seperti, obat-obatan di kotak P3K, apar dan life jacket yang kedaluwarsa. Sehingga pihaknya memberikan tenggat waktu bagi pihak speedboat untuk segera mengganti peralatan yang dimaksud.

Baca Juga :  Alat Tangkap Mini Trawl, DKP Kaltara: Sesuaikan Zona Penangkapan

“Sementara yang lolos dari ramp check ini akan diberikan stiker, sementara sudah terdapat 12 armada yang lolos,” lanjutnya.

Adapun untuk sarana yang tidak sesuai akan diamankan oleh petugas. Jika pihak armada sudah melengkapi sarana yang dimaksud barulah stiker kelaikan berlayar akan diberikan.

Sejauh ini, armada dengan rute Tarakan – Malinau dinilai sudah memenuhi aspek keselamatan dan keamanan berlayar. Sementara untuk beberapa armada rute Tarakan – KTT dan Tarakan – Bunyu masih harus melakukan pergantian beberapa sarana yang rusak atau kedaluwarsa.

“Selebihnya peralatan seperti navigasi dan alat komunikasi masih aman. Kalau sarana yang seharusnya diperbaiki tapi tidak diperbaiki ya kita tidak akan berikan stiker. Kalau tidak ada stiker berarti tidak layak dan tidak kita berikan SPB (Surat Persetujuan Berlayar),” bebernya.

Baca Juga :  Sosek Malindo Bertujuan Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat di Wilayah Perbatasan

Ketatnya sistem pelayaran ini, ditegaskan Idham guna memastikan arus mudik bagi penumpang di wilayah Kaltara. Pihaknya juga menyiagakan petugas untuk mengontrol sarana dan prasarana yang sudah diganti agar diberikan stiker kelaikan pelayaran.

“Nanti lapor saja ke petugas, supaya bisa langsung diberikan stiker. Kita antisipasi lonjakan penumpang dalam momen libur lebaran,” pungkasnya.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *