Usulan Musrenbang se-Kecamatan Nunukan Telah Terinput di SIPD

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Nunukan tahun 2025 di lantai 4 ruang VIP Kantor Bupati Nunukan pada Senin, 25 Maret 2024.

Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid menyampaikan dari 232 desa, 8 kelurahan dan 32 Kecamatan yang melaksanakan Musrenbang telah terinput dalam Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) mencapai 3.690 usulan dan 334 usulan Pokir DPRD. Sementara itu tidak semua usulan dapat diakomodir dalam pembiayaan APBD Tahun 2025.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2018 votes

“Saya sudah mengingatkan kepada merega agar memahami situasi dan kondisi keterbatasan kemampuan anggaran daerah, jadi dalam forum Musrenbang itu dapat menyusun program kegiatan yang benar-benar dibutuhkan di desa, kelurahan dan kecamatan dengan melakukan penajaman, penyelarasan dan klarifikasi usulan sesuai prioritas pembangunan Tahun 2025,” kata Laura.

Baca Juga :  Dua Hari Pencarian, Akhirnya 5 Motor Berhasil Dievakuasi

Selain itu, dia juga berharap usulan-usulan yang tidak dapat dibiayai oleh APBD Kabupaten Nunukan agar dapat ditawarkan melalui pendanaan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi, dengan berbekal program-program strategis agar anggaran dari APBN dan APBD Provinsi dapat teralokasi lebih besar ke Kabupaten Nunukan pada Tahun 2025.

Musrenbang kali ini ada yang berbeda dari tahun sebelunya, Pemda Nunukan menghadirkan narasumber dari BAPPEDA Litbang Provinsi Kaltara, dari PT. PLN area Kabupaten Nunukan, dan Perumda Air Tirta Taka Kabupaten Nunukan.

Baca Juga :  Bobol Rumah dan Konter HP, Mantan PMI Ini Diringkus Polisi

“Kami dari pemerintah daerah melalui Bapeda saya perintahkan agar mengundang PT. PLN area Kabupaten Nunukan, dan Perumda Air Tirta Taka Kabupaten Nunukan, untuk menjadi narasumber agar memberikan pemahaman kepada masyarakat, karena diakhir-akhir ini ada dua masalah dengan pelayanan,” jelasnya.

Kata Laura, pemerinta tidak tinggal diam tapi mencari solusi baik jangka panjang maupun jangga pendek atau jangka menengah. Dia juga akui terganggunya pelayanan itu sangat meresahkan bagi masyarakat.

Baca Juga :  Arus Balik di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan Meningkat

“Kita tidak bisa saling menyalahkan karena persoalan air adalah persoalan cuaca,” ujarnya. (*)

Reporter : Darmawan

Editor : Nicky Saputra 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *