DPUPR-Perkim Kaltara Turut Dorong Perampungan Jembatan Benuang 

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Permukiman (DPUPR-Perkim), Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengupayakan Jalan Malinau-Krayan rampung 2024 ini.

Meski Jalan Malinau-Krayan sendiri merupakan tanggung jawab penuh dari Balai Jalan Nasional, namun Kepala DPUPR-Perkim Kaltara, Helmi mengatakan pihaknya akan mendorong agar pembangunan jalan itu bisa segera selesai.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1969 votes

“Kita terus melakukan komunikasi terkait pembangunan jalan itu dan progresnya di tahun ini bahkan kita juga berencana akan kembali lakukan tinjauan langsung ke sana,” kata Helmi pada Rabu, 20 Maret 2024.

Baca Juga :  Sungai Selor dan Sungai Buaya akan Kembali Dinormalisasi

Dari pantauan DUPR-Perkim Kaltara selama ini, dijelaskan Helmi Jalan Malinau tembus Krayan itu sudah bisa dilalui oleh masyarakat sekitar dan hal ini terbukti dari aktivitas masyarakat setempat yang sering mengakses jalan tersebut.

Meski demikian, namun ada satu titik jalan yang diakui Helmi belum dapat dilalui secara instan, yakni jalan di Desa Benuang.

Baca Juga :  Sungai Selor dan Sungai Buaya akan Kembali Dinormalisasi

Menurut Helmi, jembatan di Desa Benuang tidak bisa diakses sepenuhnya oleh masyarakat karena jembatannya yang sering kali terendam dengan air pasang Sungai Benuang.

“Makanya terget kita jembatan itu harus dibangun kembali agar bisa dilalui oleh masyarakat tanpa ada hambatan dari pasang air sungai,” lanjutnya lagi.

“Karena jika kita pantau, jalan di Benuang itu sebenarnya bisa saja diakses tapi jika air pasang sungai cukup berbahaya dan menyulitkan. Sehingga harus ada jembatan penghubung yang baru,” bebernya.

Sedangkan untuk jembatan penyeberangan lainnya diakui oleh Helmi sudah selesai terbangun dan dilakses oleh masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Sungai Selor dan Sungai Buaya akan Kembali Dinormalisasi

“Memang ada beberapa titik yang harus dilalui dengan jembatan khususnya Jalur yang terpisah oleh sungai. Tapi pada tahun 2023 lalu semuanya sudah terbangun. Tinggal yang di Benuang saja yang belum, sehingga kita berupaya agar pihak Balai bisa melanjutkan pembangunannya,” pungkasnya. (*)

Reporter : Osarade

Editor: Nicky Saputra 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *