Hingga Awal Maret, 3 Laka Lantas Fatal di Tarakan Renggut 3 Korban Jiwa 

benuanta.co.id, TARAKAN – Satlantas Polres Tarakan mencatat 3 kejadian laka dengan korban meninggal dunia sejak Januari hingga Maret 2024. Kejadian laka tersebut didominasi akibat Out of Control (OC) dari pengendara.

Kasat Lantas Polres Tarakan, IPTU Nanda Gustiana melalui KBO Satlantas, IPDA Muhammadong mengatakan, kejadian tersebut terjadi di Jalan RE Martadinata, Jalan P Banda dan Jalan Aki Balak.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1997 votes

“Kejadian tersebut berlangsung sebelum masa Operasi Keselamatan Kayan. Biasanya dari Satlantas pasti akan menerbitkan laporan polisi untuk yang korbannya meninggal dunia,” katanya, Selasa (19/3/2024).

Baca Juga :  Pj Wali Kota akan Evaluasi Tarif Masuk Pantai Ratu Intan

Ia melanjutkan, laka tersebut memiliki fatalitas tinggi sehingga turut terdapat penyelidikan berupa pemeriksaan saksi di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pihaknya, juga melakukan pengumpulan berkas untuk menangani laka maut tersebut.

“Pasti kita lengkapi berkas-berkasnya untuk laporan polisi itu,” lanjutnya.

Selain itu, pasca kejadian pihaknya langsung turun untuk melakukan survei jalan di sekitar TKP bersama instansi berwenang. Adapun hal yang dicek ialah kondisi jalanan jika terdapat lubang dan kemiringan jalan tersebut. Biasanya terdapat pula kemiringan jalan sehingga menyebabkan kecelakaan.

“Kalau kejadian kemarin di persemaian itu terhalang pengendara di depannya. Apalagi saat menyalip, harus diperhatikan apakah aman atau tidak,” ujarnya.

Baca Juga :  Libur Lebaran 2024 Telah Usai, Pj Wali Kota Sidak Pegawai Pemkot di Hari Pertama Kerja

Sejauh ini, pihaknya baru menetapkan satu tersangka yakni atas kejadian di Jalan RE Martadinata. Sementara untuk laporan lainnya masih dalam tahap penyelidikan dan pemeriksaan ke saksi disekitar TKP.

“Itu dalam proses penanganan piket Lantas untuk laka di Persemaian (Jalan Aki Balak) dan Kampung Satu (Jalan P Banda),” tuturnya.

Dalam menangani persoalan laka hingga korban meninggal dunia, pihaknya tetap memfasilitasi jika terdapat permintaan damai dari salah satu pihak. Namun, pihaknya tak akan melakukan intervensi lantaran persoalan damai adalah hak penuh dari kedua belah pihak.

“Kita hanya fasilitasi. Kalau ada yang mau selesaikan secara kekeluargaan kami terbuka juga. Intinya kasus itu masih berproses,” tegas perwira balok satu ini.

Baca Juga :  Pemkot Tarakan Tak Berlakukan WFH bagi ASN

Pihaknya juga memberikan atensi terhadap wilayah Tarakan Utara yang saat ini terdapat aktivitas truk untuk kepentingan proyek pembangunan di wilayah Juata. Mengatasi hal itu, Satlantas Polres Tarakan sudah lebih dulu turun bersama Samsat Tarakan untuk memberikan sosialisasi.

Ia menyebut bahwa pelanggaran di wilayah Tarakan Utara terbilang cukup banyak, namun pihaknya hanya melakukan himbauan dan teguran saja ke pengendara.

“Jalan di sana (Juata) itu belum standar. Tapi kita sudah teguran dan himbauan, makanya kita buat ajak juga instansi berwenang untuk mengecek kondisi jalan di sana,” pungkasnya.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *