Pupuk Organik Dinilai Meningkatkan Hasil Pertanian Secara Signifikan 

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Dinilai mampu membuat lahan pertanian padi menjadi lebih subur, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Utara(Kaltara) menjadikan program penyuluhan dan sosialisasi penggunaan pupuk organik sebagai program prioritas tahun ini.

Dalam beberapa kali uji coba yang dilakukan oleh DPKP Provinsi Kaltara pada tahun 2023 lalu, penggunaan pupuk organik alami dinilai mampu membuat hasil pertanian lebih subur dan produktif ketimbang menggunakan pupuk konvensional.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2018 votes

Selain itu, penggunaan pupuk organik alami ini juga dinilai lebih efisien, efektif, murah dan ramah lingkungan karena penggunaanya yang tidak memakan banyak biaya.

Baca Juga :  DPKP Kaltara Dorong Lahan Kurang Produktif Ditanam Jagung

“Khususnya petani yang memiliki hewan ternak yang banyak yang kita dorong untuk menggunakan pupuk organik, karena dari kotoran hewan ternak kita bisa membuat pupuk sendiri dari hasil yang alami,” kata Kepala DPKP Kaltara, Heri Rudiono, Sabtu, 16 Maret 2024.

Jika biasanya hasil pertanian dikelola dengan pupuk konvensional bisa menghasilkan panen padi sebenar 1 hingga 1,5 ton untuk satu hektare lahan, pupuk organik alami bisa menghasilkan hasil yang lebih banyak lagi.

Baca Juga :  Usai Lebaran Ketersediaan Bahan Pangan Kaltara Relatif Stabil

“bisa 1,5 hingga 2 ton lebih dan hal ini sudah kita uji coba di tahun lalu dibeberapa lahan pertanian milik petani. Makanya penggunaan pupuk alami ini sangat kita dorong sekali agar dilakukan,” ucapnya.

Membuat dan menggunakan pupuk alami sendiri ini, diharapkan Heri dapat dipahami oleh semua petani yang ada di Kaltara dan dapat diterapkan sebagai pupuk utama.

Pasalnya, tahun ini kouta pupuk bersubsidi di Kaltara akan mengalami pengurangan kouta dari pemerintah pusat sebagai dampak bertambahnya provinsi di Indonesia dan macetnya pemasok pupuk.

Baca Juga :  Usai Lebaran Ketersediaan Bahan Pangan Kaltara Relatif Stabil

“Saat inikan kita ada penambahan provinsi di Papua dan Ukraina juga sedang dalam kondisi darurat perang. Makanya kouta pemberian pupuk bersubsidi di Daerah juga mengalami penurunan dan itu terjadi pada semua Daerah,” lanjutnya lagi.

“Makanya adanya peralihan penggunaan pupuk organik untuk mengurangi ketergantungan penggunaan pupuk subsidi sangat kita dorong. Agar produktivitas pertanian kita tetap berjalan baik,” pungkasnya.(adv)

Reporter: Osarade

Editor: Ramli 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *